Harga Sawit
Petani Kembali Tersenyum, Harga Sawit di Pasangkayu Kembali Naik Rp2.000 per Kg
Petani yang sebelumnya memilih menunda penjualan karena harga rendah kini kembali aktif mengirim hasil panennya.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Truk-pengangkut-tandan-buah-segar-TBS-kelapa-sawit-terparkir.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu kembali naik menjadi Rp2.000 per kilogram. Kenaikan ini disambut positif petani setelah sebelumnya harga sempat anjlok hingga Rp900 per kilogram.
- Pengepul sawit di Pasangkayu mulai memperbarui harga pembelian TBS menjadi Rp2.000 per kilogram. Kenaikan harga dipicu membaiknya harga pembelian di tingkat pabrik pengolahan kelapa sawit.
- Meningkatnya harga sawit membuat petani kembali aktif menjual hasil panen mereka.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Kabar menggembirakan kembali datang bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu. Setelah dua hari lalu harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat pengepul berada di kisaran Rp1.850 per kilogram, kini harga kembali mengalami kenaikan dan telah menembus angka Rp2.000 per kilogram.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (1/6/2026), sejumlah timbangan pengepul sawit di Kabupaten Pasangkayu mulai memperbarui harga pembelian buah sawit petani.
Kenaikan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya harga sawit sempat terpuruk hingga berada di kisaran Rp900 per kilogram.
Baca juga: Gubernur SDK: Pancasila Jangkar Moral Hadapi Turbulensi Global
Baca juga: Dua Shio Paling Bahagia Hari Ini 1 Juni 2026, Shio Kelinci Panen Keberuntungan, Ayam Dapat Apresiasi
Salah satu admin timbangan di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Risal, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, dalam waktu yang relatif singkat harga sawit terus bergerak naik mengikuti harga pembelian di tingkat pabrik pengolahan kelapa sawit.
"Baru dua hari lalu masih sekitar Rp1.850 per kilogram. Sekarang sudah naik lagi menjadi Rp2.000 per kilogram di timbangan," ujar Risal saat ditemui Tribun-Sulbar.com.
Ia menjelaskan, membaiknya harga sawit tidak terlepas dari kenaikan harga pembelian TBS di tingkat pabrik.
Kondisi tersebut kemudian berdampak langsung pada harga yang diterima petani melalui timbangan pengepul.
Risal menilai tren kenaikan yang terjadi saat ini cukup menggembirakan karena sebelumnya banyak petani mengeluhkan rendahnya harga jual buah sawit yang dinilai tidak sebanding dengan biaya perawatan kebun dan ongkos panen.
"Beberapa waktu lalu petani memang banyak mengeluh karena harga terlalu rendah. Sekarang sudah mulai membaik dan petani tentu lebih semangat untuk panen," katanya.
Menurutnya, kenaikan harga juga mulai berdampak terhadap aktivitas jual beli di timbangan.
Petani yang sebelumnya memilih menunda penjualan karena harga rendah kini kembali aktif mengirim hasil panennya.
Volume buah sawit yang masuk ke timbangan pun mulai meningkat seiring membaiknya harga di pasaran.
Meski demikian, Risal berharap harga sawit dapat terus bertahan bahkan kembali mengalami kenaikan dalam beberapa pekan ke depan.
| Sopir Sawit di Pasangkayu Keluhkan Antrean Panjang di Pabrik, Buah Membusuk dan Timbangan Menyusut |
|
|---|
| Timbangan Sawit di Pasangkayu Tutup Sementara, Pengepul Mengaku Rugi Akibat Harga Tidak Jelas |
|
|---|
| Bahri Pilih Tetap Bertahan Panen Sawit Meski Harga TBS di Mamuju Tengah Tak Menentu |
|
|---|
| Disbun Sulbar Semprot Pabrik Sawit Nakal yang Beli TBS di Bawah Harga Pemda |
|
|---|
| Sudah 3 Hari Sopir Truk Bermuatan Sawit Antre di Pabrik di Mamuju Tengah |
|
|---|