Harga Beras Naik
Harga Beras di Pasangkayu Naik Jelang Hari Raya Iduladha 2026
Kenaikan harga terpantau dalam sepekan terakhir dan dipengaruhi naiknya harga dari tingkat penyuplai.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tumpukan-beras-SPHP-di-Gudang-Bulog-Cabang-Pasangkayu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah jenis beras di Pasangkayu mengalami kenaikan jelang Iduladha 2026.
- Kenaikan harga dipicu naiknya harga dari tingkat penyuplai dalam sepekan terakhir.
- Pemerintah memastikan stok beras Bulog masih aman dan dijual sesuai HET.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Pasangkayu mulai mengalami kenaikan, khususnya komoditas beras.
Kenaikan harga terpantau dalam sepekan terakhir dan dipengaruhi naiknya harga dari tingkat penyuplai.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Pasangkayu saat ditemui usai rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Bupati Pasangkayu, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Jelang Iduladha 2026, Petugas Keswan Periksa Hewan Kurban dan Deteksi Penyakit di Polman
Baca juga: Prabowo Kurban 7 Sapi di Sulbar, Terberat Capai 1,15 Ton dari Polewali Mandar
Ia mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun distributor menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Iduladha.
“Memang ada beberapa komoditas beras yang mengalami kenaikan harga sekitar Rp200 per kilogram. Itu karena adanya kenaikan dari pihak penyuplai,” ujarnya.
Berdasarkan data perkembangan harga bahan kebutuhan pokok per 20 Mei 2026, beberapa jenis beras medium mengalami kenaikan dibanding sehari sebelumnya.
Beras medium merek Menus dan Jempol, misalnya, naik dari Rp14.600 menjadi Rp14.800 per kilogram.
Sementara untuk kategori premium, beras merek Rumah, Putri Duyung, dan Bulog Setra Ramos naik dari Rp15.800 menjadi Rp16 ribu per kilogram.
Stok Beras Bulog Aman
Meski demikian, pemerintah memastikan stok beras Bulog di Pasangkayu masih tersedia dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk beras medium Bulog SPHP, HET ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram.
Sementara harga di pasaran saat ini berada di angka Rp12 ribu per kilogram.
Selain itu, sejumlah beras medium lain yang masuk kategori HET Rp14.900 per kilogram masih dijual stabil tanpa kenaikan harga.
Beberapa di antaranya yakni Bulog Setra Ramos, Bulog Mantap, dan Bulog Punakawan.
Menurutnya, keberadaan beras Bulog menjadi salah satu langkah stabilisasi harga agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Iduladha.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga akan terus melakukan pengawasan harga dan distribusi bahan pokok guna mengantisipasi lonjakan harga di pasaran.
Ia memastikan ketersediaan stok bahan pokok di Pasangkayu masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Iduladha mendatang. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan.
| Harga Beras di Mamuju Tengah Melonjak, Pedagang Ngaku Stok dari Distributor Menipis |
|
|---|
| Harga Beras Naik, Petani Pasangkayu Tak Rasakan Dampaknya |
|
|---|
| Pedagang Beras di Mamuju Keluhkan Aplikasi Klik SPHP, Dianggap Mempersulit |
|
|---|
| Kunjungan ke Majene, Mentan Amran Ingatkan Pedagang Jangan Permainkan Harga Beras: Akan Saya Tindak! |
|
|---|
| Warga Majene Rela Antre Sejak Subuh Demi Berburu Beras Murah Rp58 Ribu per 5 Kg |
|
|---|