Petani Sawit
Harga TBS Terjun Bebas, Petani Sawit Pilih Bersabar dari Pada Alih Fungsi Lahan jadi Persawahan
Karena itu, ia memilih tetap mempertahankan kebunnya meski saat ini keuntungan yang diperoleh tidak sebesar sebelumnya.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/petani-sawit-pasangakyu.jpg)
Karena itu, ia memilih tetap mempertahankan kebunnya meski saat ini keuntungan yang diperoleh tidak sebesar sebelumnya.
“Menunggu sawit besar dan berbuah itu bertahun-tahun. Jadi sayang kalau ditebang,” ungkapnya.
Safrin juga mengaku hasil penjualan sawit saat ini sebagian besar habis untuk biaya operasional panen.
Mulai dari upah pemanen, biaya angkut, hingga biaya muat buah ke kendaraan.
Bahkan, menurutnya, petani kadang mengalami kerugian saat buah terlalu lama antre masuk pabrik hingga kualitasnya menurun.
“Kadang belum lagi bayar tukang panen, tukang muat. Belum kalau antre di pabrik dan buah sudah busuk, bisa tidak diterima,” jelasnya.
Meski demikian, Safrin mengatakan para petani di daerahnya masih memilih bertahan sambil berharap harga sawit kembali membaik dalam beberapa waktu ke depan.
Ia juga mengaku belum mendengar adanya petani di wilayah Martajaya yang benar-benar menebang kebun sawit mereka akibat turunnya harga.
“Kalau di daerah sini belum ada kabar petani yang mau tebang sawitnya,” tandasnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Menjaga Bahasa Mamuju Menjaga Identitas Kultural |
|
|---|
| Imbas Rupiah Melemah Kedelai Naik Perajin Tempe di Mamuju Kecilkan Ukuran Tempe Harga Tetap |
|
|---|
| Yuran Mengaku PSM Persiapan Sepekan untuk Lawan Persib Ingin Akhiri Liga di Posisi Lebih Baik |
|
|---|
| Sugianto Minta Pemprov Hati-hati Terhadap Rencana Pengelolaan Logam Tanah Jarang di Mamuju |
|
|---|
| Persib Tak Didampingi Bojan, Amiruddin Tidak Mau Parepare Jadi Tempat Selebrasi Persib Bandung |
|
|---|