Selasa, 19 Mei 2026

Petani Sawit

Harga TBS Terjun Bebas, Petani Sawit Pilih Bersabar dari Pada Alih Fungsi Lahan jadi Persawahan

Karena itu, ia memilih tetap mempertahankan kebunnya meski saat ini keuntungan yang diperoleh tidak sebesar sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Harga TBS Terjun Bebas, Petani Sawit Pilih Bersabar dari Pada Alih Fungsi Lahan jadi Persawahan
Taufan/Taufan
HARGA SAWIT TURUN-Petani sawit, Safrin, memindahkan tandan buah segar kelapa sawit usai dipanen di kebunnya di Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Senin (18/5/2026). Meski harga sawit turun hingga Rp2.080 per kilogram di tingkat timbangan, petani di daerah tersebut mengaku belum berniat menebang kebun sawit mereka. 

Ringkasan Berita:
  • Meski harga sawit turun hingga Rp2.080 per kilogram, petani di Pasangkayu memilih tetap mempertahankan kebun mereka.
  • Petani mengaku hasil penjualan sawit saat ini banyak habis untuk biaya panen, angkut, dan antrean panjang di pabrik.
  • Warga berharap harga sawit kembali naik dan belum ada petani di Martajaya yang menebang kebun sawitnya.

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, belum membuat para petani kehilangan harapan.

Meski harga sawit saat ini berada di kisaran Rp2.080 per kilogram di tingkat timbangan, sejumlah petani memilih tetap mempertahankan kebun mereka dibanding menebang dan mengganti tanaman lain.

Belakangan ini, muncul kabar sejumlah petani di Kabupaten Pasangkayu hingga Kabupaten Mamuju Tengah mulai putus asa akibat harga sawit yang terus menurun.

Baca juga: Ratusan Truk Sawit Antre Berhari-hari di PT Toscano Pasangkayu hingga Buah Membusuk

Baca juga: Polisi Pergoki Anggota DPRD Toraja di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Kalumpang Mamuju

Bahkan, ada wacana sebagian petani ingin mengubah lahan sawit mereka menjadi area persawahan.

Namun kondisi itu belum terlihat di sejumlah wilayah di Pasangkayu.

Salah satu petani sawit, Safrin, warga Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, mengaku masih bertahan meski keuntungan dari hasil panen semakin menipis.

Saat ditemui Tribun-Sulbar.com di kebunnya, Senin (18/5/2026), Safrin tampak memantau buah sawit yang baru selesai dipanen.

Di sekitar kebun, tumpukan tandan buah segar terlihat tersusun di pinggir jalan kebun menunggu diangkut menuju timbangan.

Safrin mengatakan, harga sawit yang turun memang cukup terasa bagi para petani.

“Memang sekarang harga sawit turun sekali. Di timbangan sekitar Rp2.080 per kilogram,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengaku tidak memiliki rencana menebang pohon sawit miliknya.

Menurutnya, kondisi harga sawit yang naik turun sudah menjadi hal biasa yang dialami petani selama bertahun-tahun.

“Sudah biasa seperti ini, harga sawit kadang naik kadang turun. Siapa tahu nanti naik lagi, kalau ditebang pasti menyesal,” katanya.

Ia menilai, menanam sawit bukan proses singkat karena membutuhkan waktu lama hingga tanaman bisa menghasilkan buah.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved