Rabu, 13 Mei 2026

Tabung Gas

Pangkalan Tabung LPG 3 Kg di Pasangkayu Diduga Jual di Atas HET, Warga Menjerit

Keluhan serupa, kata Herman, juga kerap disampaikan warga lain yang membeli gas di pangkalan tersebut.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Pangkalan Tabung LPG 3 Kg di Pasangkayu Diduga Jual di Atas HET, Warga Menjerit
Kompas.com/ Firman Taufiqurrahman
KELANGKAAN GAS - Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg, diunggah Selasa (4/2/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Pasangkayu mengeluhkan pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Jl Ir Soekarno diduga menjual gas subsidi di atas HET. Pembeli mengaku harus membayar Rp25 ribu per tabung, padahal harga resmi sekitar Rp20 ribu.
  • Herman, warga setempat, berharap pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan karena praktik penjualan di atas harga ketentuan dinilai memberatkan 
  • Diskoperindag Pasangkayu berjanji akan turun mengecek lokasi, sementara pihak agen PT Karajae menegaskan bakal memberi sanksi

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Pangkalan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) diduga menjual gas subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu dikeluhkan warga setempat bernama Herman saat ia beberapakali beli gas subsidi.

Pangkalan tersebut berada di Jl Ir Soekarno, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Baca juga: Polisi Periksa 4 Pelajar SMA Terkait Pengeroyokan Siswi SMP di Mamuju, Upayakan Diversi

Baca juga: BMKG Catat Aktivitas Seismik di Tujuh Titik Sulawesi Selasa 12 Mei 2026

Herman mengaku, setiap membeli gas melon di pangkalan tersebut harganya melebihi ketentuan pemerintah.

“Sudah sering begini. Saya beli tabung gas dengan uang Rp50 ribu, tapi uang kembaliannya cuma Rp25 ribu,” ujar Herman.

Artinya, Herman harus membayar Rp25 ribu untuk satu tabung gas elpiji 3 kilogram.

Padahal diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Kota Pasangkayu berada di kisaran Rp20 ribu per tabung.

Menurut Herman, kondisi itu cukup memberatkan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pangkalan-pangkalan gas elpiji subsidi di Pasangkayu.

“Kasihan masyarakat kecil kalau terus begini. Namanya gas subsidi harusnya memang untuk membantu warga,” katanya.

Keluhan serupa, kata Herman, juga kerap disampaikan warga lain yang membeli gas di pangkalan tersebut.

Namun hingga kini, praktik penjualan di atas HET itu disebut masih terus terjadi.

Sementara itu, Penjamin Mutu Produk Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasangkayu, Anton, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Ia menyebut pemeriksaan belum bisa dilakukan hari ini karena masih ada agenda kegiatan lainnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved