Pemkab Pasangkayu
Rapat Paripurna DPRD Pasangkayu Molor Hampir Dua Jam, Hanya 13 Anggota Hadir
Agenda rapat mencakup penyampaian laporan hasil reses masa sidang ke-II tahun 2026 serta perubahan
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/dprd-pasangakyu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rapat Paripurna DPRD Pasangkayu pada Rabu (29/4/2026) membahas laporan hasil reses dan perubahan alat kelengkapan dewan, namun molor hampir dua jam dari jadwal.
- Dari 25 anggota DPRD, hanya 13 yang hadir, terlihat dari banyaknya kursi kosong di ruang sidang meski OPD dan Forkopimda sudah hadir sejak pagi.
- Meski demikian, rapat tetap berjalan kondusif dengan penyampaian aspirasi masyarakat dari tiap dapil yang akan menjadi bahan kebijakan pembangunan daerah.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasangkayu menggelar Rapat Paripurna pada Rabu (29/4/2026) di Gedung Paripurna DPRD Pasangkayu.
Agenda rapat mencakup penyampaian laporan hasil reses masa sidang ke-II tahun 2026 serta perubahan dan penetapan susunan alat kelengkapan DPRD untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Namun, pelaksanaan rapat sempat molor hampir dua jam dari jadwal.
Berdasarkan agenda, rapat dijadwalkan dimulai pukul 09.30 WITA, namun baru resmi dibuka sekitar pukul 10.40 WITA.
Baca juga: IRT di Polman Diamankan Polisi Usai Diduga Berulang Kali Mengutil Barang Toko
Baca juga: Hamil 8 Bulan, Remaja Korban Pemerkosaan Ayah Tiri di Mamuju Alami Trauma Berat
Keterlambatan tersebut juga diiringi dengan minimnya kehadiran anggota dewan. Dari total 25 anggota DPRD Pasangkayu, hanya 13 orang yang tercatat hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Kondisi ini tampak jelas dari deretan kursi peserta sidang yang banyak dibiarkan kosong, menciptakan kontras dengan luasnya ruang paripurna yang biasanya dipenuhi anggota dewan.
Sejak pagi, suasana di Gedung Paripurna sebenarnya telah mulai ramai oleh kehadiran jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut hadir pula Asisten I dan Asisten II Setda Pasangkayu yang mewakili pemerintah daerah.
Di dalam ruang sidang, kursi-kursi tersusun rapi menghadap meja pimpinan.
Namun, sejumlah kursi tampak kosong tanpa penghuni, terutama di barisan anggota dewan.
Beberapa peserta yang hadir terlihat berbincang ringan sembari menunggu rapat dimulai, sementara staf sekretariat sibuk memastikan kesiapan administrasi dan teknis persidangan.
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pasangkayu, I Putu Parjaya. Saat membuka sidang, suasana ruangan berubah lebih hening dan fokus, meski tampak masih ada kursi yang belum terisi.
Dalam sambutannya, I Putu Parjaya menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
“Reses ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil reses yang telah dihimpun akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam rapat-rapat DPRD, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
| Hari Otda 2026, Sekda Pasangkayu Ingatkan Jajaran Jangan Boros Anggaran, Kegiatan Harus Sederhana |
|
|---|
| Gedung SD Marambeau Pasangkayu Segera Diperbaiki Usai Dikunjungi Wabup Herny Agus |
|
|---|
| Wabup Pasangkayu Dorong Modernisasi Pertanian, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah |
|
|---|
| Upaya Cegah Korupsi, Pemkab Pasangkayu Perkuat SPIP Terintegrasi dan Kapabilitas APIP |
|
|---|
| Sekda Pasangkayu Kecewa, Banyak OPD Absen di Workshop SPIP dan APIP |
|
|---|