Makan Bergizi Gratis
21 Dapur SPPG Beroperasi di Pasangkayu, 12 Masih Proses Sertifikasi SLHS
Sementara itu, sembilan SPPG lainnya telah dinyatakan memenuhi standar dan persyaratan operasional.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/SPPG-atau-Dapur-3-MBG-di-Kelurahan-Pasangkayu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 21 SPPG telah beroperasi di Kabupaten Pasangkayu; 12 masih dalam proses mendapatkan SLHS.
- Sembilan SPPG telah memenuhi standar operasional dan tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Sarudu, Baras, dan Dapurang.
- Seluruh SPPG tetap diawasi ketat untuk menjamin kualitas, keamanan pangan, dan mendukung program penurunan angka stunting.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Program makan bergizi gratis di Kabupaten Pasangkayu terus menunjukkan perkembangan.
Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah berdiri dan mulai beroperasi di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Pasangkayu, Rukman, menyampaikan bahwa dari total tersebut, sebanyak 12 SPPG masih dalam tahap melengkapi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Baca juga: Sudah 5 Penambang Emas Ilegal di Kalumpang Tewas Sepanjang 2026, Polisi Pernah Tertibkan
Baca juga: DAFTAR 13 Dapur SPPG di Polman Disuspend BGN, Ada Masalah Limbah hingga Izin Sanitasi
“Sebagian masih berproses, termasuk menunggu kelengkapan administrasi dan hasil uji laboratorium. Namun ada dua SPPG yang tetap kami beri ruang beroperasi karena baru mulai berjalan, dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, sembilan SPPG lainnya telah dinyatakan memenuhi standar dan persyaratan operasional.
Sebaran SPPG di Beberapa Kecamatan
Fasilitas tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Sarudu, Baras, Doripoku, Dapurang, Bambalamotu, serta beberapa titik di wilayah Pasangkayu dan Tikke.
Untuk SPPG yang belum mengantongi SLHS, saat ini masih menunggu hasil pengujian sampel dari Laboratorium Kesehatan Daerah di Palu.
Hasil tersebut diperkirakan akan segera diterbitkan dalam waktu dekat.
Meski belum seluruhnya rampung secara administratif, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa seluruh SPPG tetap berada dalam pengawasan ketat guna menjamin kualitas dan keamanan pangan yang disajikan.
“Pengawasan rutin terus kami lakukan agar standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan makanan tetap terjaga,” tegas Rukman.
Program makan bergizi gratis ini diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan, serta menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting di Kabupaten Pasangkayu.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan
| 13 Dapur SPPG di Polman Berhenti Beroperasi Karena Tak Punya IPAL dan SLHS |
|
|---|
| Pemuda Salutiwo Soroti Bolu Pisang Program MBG 3B di Bonehau Diduga Berjamur |
|
|---|
| Hanya 8 Dapur Makan Bergizi Gratis di Mamuju Punya Sertifikat Layak |
|
|---|
| Tiga Sekolah di Desa Pakawa Pasangkayu Belum Pernah Terima MBG, Dapur Sudah Jadi Sejak Desember 2025 |
|
|---|
| Orangtua Siswa di Pasangkayu Protes Menu MBG Ramadan, Hampir Semua Tak Dimakan saat Buka Puasa |
|
|---|