Cuaca Buruk
Cuaca Buruk, Nelayan Pasangkayu Batal Melaut, Awan Hitam dan Angin Kencang Selimuti Laut
Kondisi langit mendadak mendung disertai angin kencang membuat situasi di laut dinilai tidak aman bagi nelayan kecil.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-cuaca-di-laut-Pasangkayu-tampak-diselimuti-awan-hitam-tebal-Jumat-3012026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Cuaca buruk disertai angin kencang melanda perairan Pasangkayu pada Jumat pagi.
- Sejumlah nelayan memilih membatalkan aktivitas melaut demi keselamatan.
- BPBD Pasangkayu mengimbau nelayan menunda melaut dan menggunakan alat keselamatan.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Cuaca buruk secara tiba-tiba melanda perairan Pasangkayu, Sulawesi Barat, Jumat (30/1/2026).
Akibatnya, sejumlah nelayan terpaksa batal melaut atau berangkat menangkap ikan.
Kondisi langit mendadak mendung disertai angin kencang membuat situasi di laut dinilai tidak aman bagi nelayan kecil.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Jumat 30 Januari 2026, Waspada Potensi Hujan Lebat di Mamuju dan Mamasa
Pantauan Tribun-Sulbar.com di Dusun Tanjung Harapan, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, sejak pagi hari menunjukkan perubahan cuaca yang cukup drastis.
Awan hitam tebal tampak membentang di atas laut.
Permukaan air laut terlihat bergelombang, dengan hembusan angin kencang datang tiba-tiba membuat perahu-perahu nelayan bergoyang saat mendekati bibir pantai.
Beberapa perahu nelayan tampak kembali ke daratan, meski sebelumnya sempat melaut untuk mencari ikan.
Para nelayan memilih tidak mengambil risiko, mengingat angin semakin kencang dan arah gelombang yang tidak menentu.
Aktivitas bongkar muat hasil tangkapan pun nyaris tidak terlihat karena sebagian besar nelayan pulang tanpa membawa ikan.
Cuaca Berubah Cepat, Nelayan Pilih Utamakan Keselamatan
Salah seorang nelayan, Ambo Nai, yang ditemui di lokasi mengatakan cuaca berubah sangat cepat dan sulit diprediksi.
Menurutnya, saat berangkat melaut kondisi laut masih terlihat tenang, namun tidak berselang lama awan gelap mulai muncul disertai angin yang semakin kuat.
“Awalnya laut bagus, tapi tiba-tiba mendung tebal datang. Angin juga kencang sekali, jadi kami memilih kembali. Kalau dipaksakan sangat berbahaya,” ujar Ambo Nai.
Ia menambahkan, keselamatan menjadi pertimbangan utama para nelayan, terutama bagi mereka yang menggunakan perahu kecil dengan peralatan sederhana.
Baca juga: Nelayan Majene Hilang di Lautan Perahunya Ditemukan Terdampar SAR Terjunkan Tim Cari Korban
Meski harus kehilangan kesempatan mencari nafkah pada hari itu, para nelayan lebih memilih menunggu cuaca membaik daripada menghadapi risiko di tengah laut.
| Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Ancaman Cuaca Buruk |
|
|---|
| Cuaca Buruk dan Gelombang 2,5 Meter, Puluhan Perahu Nelayan Terpakir Dibibir Pantai Lantora Polman |
|
|---|
| Gelombang Tinggi dan Angin Kencag, Nelayan Polman Parkir Perahu dan Alat Tangkap Ikan |
|
|---|
| BPBD Mamuju Tengah Imbau Nelayan Tak Melaut di Minggu Pertama Januari 2026 |
|
|---|
| Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, Masyarakat Pasangkayu Diminta Tunda Aktivitas Laut |
|
|---|