Pasangkayu
Resah Sapi Terus Berkeliaran di Permukiman, Warga Pasangkayu Sampai Lapor ke Ombudsman
Ia pun menegaskan siap melaporkan persoalan ini ke instansi mana pun hingga ada solusi nyata dari pemerintah daerah.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/ggerwqgqw.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Tanjung Babia, Pasangkayu, resah akibat sapi berkeliaran di permukiman dan jalan umum yang sudah terjadi bertahun-tahun tanpa solusi nyata dari pemerintah
- Seorang warga, Sri Wahyuni, mengaku dirugikan, mulai dari tanaman rusak, halaman kotor, hingga usaha bensin eceran terganggu
- Satpol PP Pasangkayu beralasan belum ada kandang dan anggaran, sementara warga mendesak pemerintah daerah segera bertindak agar persoalan sapi liar tidak terus berlarut.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Warga Tanjung Babia, Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) makin dibuat resah dengan sapi berkeliaran di permukiman.
Kejadian ini terus berluang tanpa ada solusi dari pihak pemerintah mengatasi sapi berkeliaran tersebut.
Warga merasa kesal karena masuk ke halaman rumah bahkan sekelompok sapi itu menghalangi aktivitas warga saat melintas di jalan.
Baca juga: Tahun Kuda, Berikut 60 Ucapan Hari Raya Imlek 2026 Versi Indonesia dan Inggris
Baca juga: Anggaran Rp48 Miliar, Proyek Gedung Balai Kota Mamuju Rampung 2026, PUPR : Tinggal Penataan Halaman
Keluhan itu datang dari warga bernama Sri Wahyuni, ia mengaku sudah merasa lelah melihat sapi-sapi peternak berkeliaran di jalan dan masuk permukiman warga.
Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat meresahkan warga.
“Sampai sekarang sapi-sapi itu masih dibiarkan lepas. Tidak ada perubahan sama sekali,” ujar Sri Wahyuni saat ditemui Tribun-Sulbar.com, Selasa (27/1/2026).
Ia mengaku telah berulang kali melaporkan persoalan tersebut, mulai dari pemerintah dusun, kelurahan, Satpol PP, hingga ke Ombudsman.
Namun, laporan-laporan tersebut menurutnya hanya berujung pada janji tanpa tindakan nyata.
“Saya sudah lapor ke dusun, kelurahan, Satpol PP, bahkan sampai ke Ombudsman. Tapi hanya dijanji-janji saja, belum ada tindakan untuk menegur pemilik sapi,” ungkapnya.
Sri Wahyuni menyebutkan, pihak Satpol PP sempat menjanjikan akan melakukan penertiban pada 3 Februari mendatang.
Jika penertiban tersebut kembali tidak terealisasi, ia memastikan akan kembali melaporkan persoalan ini ke instansi terkait.
“Kata Satpol PP, tanggal 3 Februari mau ada tindakan. Kalau belum juga ada, saya akan lapor lagi,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, mayoritas warga di Dusun Tanjung Babia merupakan peternak sapi.
Karena aktif menyuarakan persoalan ini, dirinya mengaku beberapa kali mendapat teguran dari peternak sapi setempat, terutama setelah menyampaikan keluhan melalui media sosial.
| Sopir Truk Minta Bantuan Damkar Evakuasi Truk Terperosok di Parit Jl Seokarano Hatta Pasangkayu |
|
|---|
| Ratusan Truk Sawit Antre Berhari-hari di PT Toscano Pasangkayu hingga Buah Membusuk |
|
|---|
| Diduga Kelola Kebun di Luar HGU, Praktisi Hukum Soroti Aktivitas Perusahaan Sawit di Pasangkayu |
|
|---|
| Kesbangpol Pasangkayu Imbau Warga Tak Beri Makan Buaya yang Muncul di Pantai Lariang |
|
|---|
| Wanita di Pasangkayu Diciduk Polisi Hendak Edarkan Sabu Senilai Rp4 Juta yang Dibeli dari Palu |
|
|---|