Rabu, 20 Mei 2026

Pasangkayu

Resah Sapi Terus Berkeliaran di Permukiman, Warga Pasangkayu Sampai Lapor ke Ombudsman

Ia pun menegaskan siap melaporkan persoalan ini ke instansi mana pun hingga ada solusi nyata dari pemerintah daerah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Resah Sapi Terus Berkeliaran di Permukiman, Warga Pasangkayu Sampai Lapor ke Ombudsman
Taufan/Taufan
SAPI LIAR di JALAN-Puluhan ekor sapi liar tampak berkeliaran di badan jalan Dusun Tanjung Babia, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Senin (26/1/2026). Keberadaan sapi-sapi tersebut mengganggu arus lalu lintas dan memicu keluhan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan serta merusak fasilitas di sekitar permukiman. 

“Sudah beberapa kali ditegur karena saya terus suarakan ini. Untungnya belum pernah dapat ancaman,” katanya.

Menurut Sri Wahyuni, persoalan sapi liar di wilayah tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun dan belum pernah benar-benar dituntaskan.

Akibatnya, ia mengaku mengalami kerugian. Sejumlah tanaman di halaman rumahnya rusak, sementara usaha bensin eceran yang ia jalankan turut terganggu karena kotoran sapi yang berserakan di halaman.

“Tanaman rusak, halaman kotor, usaha bensin eceran saya juga terganggu karena kotoran sapi,” keluhnya.

Ia pun menegaskan siap melaporkan persoalan ini ke instansi mana pun hingga ada solusi nyata dari pemerintah daerah.

“Saya siap lapor ke mana saja. Yang penting masalah ini ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Karantina Satpol PP Pasangkayu, Harlan, saat ditemui menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih mengajukan pembangunan kandang untuk menampung sapi-sapi liar yang terjaring penertiban.

“Untuk sementara ini kami masih mengajukan pembuatan kandang, tapi memang belum ada anggarannya,” kata Harlan.

Ia menjelaskan, kandang tersebut nantinya akan difungsikan sebagai tempat penampungan sapi liar, sementara pemilik ternak akan dikenakan denda sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Pasangkayu.

“Percuma kami keliling dan menertibkan kalau tidak ada kandang untuk menampung sapi-sapi itu,” ujarnya.

Harlan juga mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali menegur pemilik sapi agar tidak melepas ternaknya sembarangan, namun imbauan tersebut kerap tidak diindahkan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Sri Wahyuni menilai hal itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk mencari solusi.

“Itu sudah jadi tugasnya. Harusnya cari cara bagaimana mengatasinya, jangan dibiarkan terus seperti ini,” pungkasnya.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved