Kapal Terdampar
Diduga Cuaca Buruk, Kapal Ponton Nelly 56 Batam Terdampar di Pesisir Maponu Pasangkayu
Lambung kapal berwarna abu-abu terlihat kusam dan dipenuhi karat di sejumlah bagian, terutama di sisi bawah
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/kapal.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kapal ponton Nelly 56 Batam terdampar di Pantai Desa Maponu, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, sejak Selasa (20/1/2026), diduga akibat cuaca buruk dan angin kencang yang melanda wilayah pesisir.
- Keberadaan kapal berukuran besar itu sempat menarik perhatian warga, namun tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.
- Pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WITA, kapal ponton tersebut berhasil dievakuasi
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Sebuah kapal ponton bertuliskan Nelly 56 Batam terdampar di Pantai Desa Maponu, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), sejak Selasa (20/1/2026).
Kapal berukuran besar tersebut diduga kandas akibat cuaca buruk dan angin kencang yang melanda wilayah pesisir Pasangkayu sejak pagi hari.
Pantauan di lokasi, badan kapal tampak miring dengan bagian haluan menjorok ke daratan, sementara buritan masih berada di perairan dangkal.
Lambung kapal berwarna abu-abu terlihat kusam dan dipenuhi karat di sejumlah bagian, terutama di sisi bawah yang bersentuhan langsung dengan pasir pantai.
Baca juga: Wabup Pasangkayu dan PMI Bantu Korban Kebakaran di Dapurang
Baca juga: Mutasi Usai Perampingan OPD, Gubenur Sulbar SDK Lantik 14 Pejabat Eselon II
Sejumlah ban besar yang berfungsi sebagai pelindung kapal tampak menggantung di sisi lambung.
Struktur bagian atas ponton berupa dinding besi tinggi tanpa muatan.
Tali tambang besar terlihat menjuntai dari geladak kapal ke arah pantai, yang dimanfaatkan warga untuk naik dan melihat kondisi kapal dari dekat.
Di sekitar lokasi, pantai tampak dipenuhi serpihan kayu, sampah laut, serta batang pohon kecil yang diduga terbawa gelombang akibat cuaca ekstrem.
Kapal ponton tersebut pertama kali diketahui terdampar oleh warga setempat, Mina Anwar, sekitar lima jam sebelum kejadian ramai diperbincangkan masyarakat.
Sejak siang hari, warga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung kapal berukuran besar yang kandas tepat di bibir pantai.
Meski sempat menarik perhatian warga, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum akibat peristiwa tersebut.
Kondisi ombak dilaporkan mulai berangsur tenang menjelang sore hari.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasangkayu saat dikonfirmasi pada Rabu (21/1/2026) mengaku baru menerima laporan terkait kejadian tersebut, sehingga belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap terdamparnya kapal ponton itu.
“Kami baru menerima informasi terkait adanya kapal ponton yang sempat terdampar di Pantai Maponu. Karena laporannya baru kami terima, kami belum mengetahui secara detail kronologi maupun penyebab pastinya,” ujar Arifin, Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Pasangkayu.
| Menjaga Bahasa Mamuju Menjaga Identitas Kultural |
|
|---|
| Imbas Rupiah Melemah Kedelai Naik Perajin Tempe di Mamuju Kecilkan Ukuran Tempe Harga Tetap |
|
|---|
| Yuran Mengaku PSM Persiapan Sepekan untuk Lawan Persib Ingin Akhiri Liga di Posisi Lebih Baik |
|
|---|
| Sugianto Minta Pemprov Hati-hati Terhadap Rencana Pengelolaan Logam Tanah Jarang di Mamuju |
|
|---|
| Persib Tak Didampingi Bojan, Amiruddin Tidak Mau Parepare Jadi Tempat Selebrasi Persib Bandung |
|
|---|