Jumat, 22 Mei 2026

Berita Pasangkayu

Abrasi di Desa Letawa Pasangkayu Makin Parah, Kebun Warga dan Jembatan Terancam

Pondasi jembatan terlihat runtuh akibat abrasi yang terus mengikis tanah sekitarnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Abrasi di Desa Letawa Pasangkayu Makin Parah, Kebun Warga dan Jembatan Terancam
Tribun-Sulbar.com/Taufan
ABRASI-Kondisi abrasi yang terjadi di Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (6/12/2025). Nampak sejumlah pohon kelapa warga rubuh akibat abrasi. Kondisi ini juga mengancam jembatan utama di jalan poros. 
Ringkasan Berita:
  • Abrasi di Desa Letawa, Pasangkayu, makin parah; pohon kelapa warga tumbang dan pondasi jembatan utama tergerus.
  • Abrasi diperparah saat pasang laut, sedangkan perlindungan tebing sungai belum memadai.
  • Warga mendesak pemerintah segera pasang bronjong atau perkuat pondasi jembatan untuk mencegah kerusakan lebih luas.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Abrasi di Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, makin mengkhawatirkan.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (6/12/2025), beberapa pohon kelapa milik warga tumbang akibat tergerusnya tanah di pinggir sungai.

Kondisi semakin parah di sekitar jembatan utama jalan poros Desa Letawa.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi Perparah Abrasi di Sungai Desa Randomayang, Pasangkayu

Pondasi jembatan terlihat runtuh akibat abrasi yang terus mengikis tanah sekitarnya.

Warga khawatir akses utama tersebut bisa terputus.

Abrasi telah berlangsung bertahun-tahun dan diperparah saat pasang laut masuk ke sungai, sehingga tanah di tepi sungai terkikis perlahan.

Saat ini tidak ada bronjong atau perlindungan tebing sungai yang memadai, sehingga risiko kerusakan tinggi.

Toma, warga setempat, menyebut kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Setiap hari saya takut jembatan ini sampai putus. Abrasi juga mengancam rumah dan kebun warga,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera menanggulangi abrasi dengan langkah konkret, seperti pemasangan bronjong atau perkuatan pondasi jembatan.

“Ini jalur vital bagi warga, tapi sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah,” tambah Toma.

Pemerintah desa dan kecamatan diharapkan melakukan langkah darurat agar abrasi tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi warga.(*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved