Pasangkayu
Dinkes Pasangkayu Temukan 393 Kasus TBC, Terbanyak di Kecamatan Bambalamotu
Dari total kasus yang ditemukan, Kecamatan Bambalamotu menjadi wilayah dengan temuan tertinggi.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/TBC.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasangkayu mencatat total 393 kasus Tuberkulosis (TBC) ditemukan sepanjang tahun 2025
- Jumlah ini masih di bawah target tahunan sebesar 520 kasus.
- Dinkes menyatakan akan terus menggenjot pencarian kasus hingga akhir tahun dalam upaya pengendalian dan eliminasi TBC di Pasangkayu.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasangkayu mencatat sebanyak 393 kasus Tuberkulosis (TBC) ditemukan sepanjang tahun 2025.
Angka ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Pasangkayu, Rukman, saat dikonfirmasi pada Kamis (4/12/2025).
Rukman menjelaskan, pada tahun 2025 Kabupaten Pasangkayu menargetkan penemuan 520 kasus TBC sebagai bagian dari upaya pengendalian dan eliminasi penyakit tersebut.
Baca juga: Mamuju Diperjuangkan Kota Madya Gandeng Univ Brawijaya Kajian Akademik, Sutinah Segera ke Kemendagri
Baca juga: Rakor Bappeda 2025 di Banjarmasin, Sulbar Perkuat Sinergi Perencanaan dengan Pemerintah Pusat
“Jadi di akhir tahun ini, kami terus melakukan pencarian sebanyak-banyaknya kasus TBC,” tegasnya.
Dari total kasus yang ditemukan, Kecamatan Bambalamotu menjadi wilayah dengan temuan tertinggi.
Untuk itu, Dinkes terus memperkuat langkah penanganan, mulai dari pelacakan kontak, pemeriksaan dahak, hingga pengobatan teratur bagi pasien.
Menurut Rukman, pihaknya kini semakin gencar melakukan screening TBC, terutama kepada keluarga atau orang-orang yang tinggal satu rumah dengan penderita.
Ia menjelaskan bahwa penularan TBC sangat mudah terjadi karena menyebar melalui udara.
“Penyakit ini menular dan bisa menyebabkan kematian. Orang yang sering berinteraksi dengan penderita tentu lebih berisiko, sehingga perlu segera diperiksa,” ungkapnya.
Rukman juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda pelaporan jika menemukan anggota keluarga yang mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, berat badan menurun, keringat malam, atau demam tanpa sebab jelas.
“Bila ada keluarganya mengidap TBC, harap segera melapor, agar bisa segera ditangani. Hal ini demi meminimalisir penyebaran dan melindungi masyarakat lain,” tambahnya.
Ia memastikan bahwa Dinkes Pasangkayu terus berupaya memperluas jangkauan deteksi dini, mempercepat penanganan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya TBC dan pentingnya pengobatan tuntas.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Setahun Lebih Diterjang Abrasi, Kades Kaluku Nangka Desak Janji Pemda Pasangkayu |
|
|---|
| Sarang Tawon Vespa Seukuran Bola Ancam Keselamatan Anak TK, Damkar Pasangkayu Evakuasi |
|
|---|
| Setelah Sempat Antre Berhari-hari, Truk Bongkar Muat Sawit di Pasangkayu Sudah Lancar |
|
|---|
| Libur Hari Lahir Pancasila, Wisata Batu Alam Pasangkayu Dipadati Ratusan Pengunjung |
|
|---|
| Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi se-Sulawesi, Bupati Pasangkayu Komitmen Tekan Stunting & Inflasi |
|
|---|