Berita Pasangkayu
Warga Dusun Tanjung Babia Pasangkayu Keluhkan Sapi Dilepasliarkan, Rusaki Tanaman dan Pipa Air
Sri Wahyuni warga Dusun Tanjung Babia mengeluh karena sapi peternak masuk pekarangan rumahnya dan merusak
Penulis: Taufan | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sapi-liar-di-pekarangan-warga.jpg)
Ringkasan Berita:Ringkasan Poin Penting Masalah Sapi Liar di Pasangkayu1. Lokasi: Warga Dusun Tanjung Babia, Kelurahan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.2. Sapi masuk ke pekarangan rumah untuk makan rumput.3. Sapi merusak tanaman dan fasilitas rumah (seperti yang dialami Sri Wahyuni, pipa air di halamannya rusak terinjak).4. Kotoran: Sapi meninggalkan kotoran di berbagai sudut lingkungan.5. Potensi Bahaya: Warga khawatir muncul kejadian yang lebih merugikan atau membahayakan anak-anak.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Warga Kelurahan Pasangkayu, Dusun Tanjung Babia, KabupatenPasangkayu, Sulawesi Barat kian resah dengan keberadaan sapi-sapi yang dilepaskan oleh pemiliknya.
Hewan ternak tersebut berkeliaran bebas hingga masuk ke pekarangan rumah warga, untuk sekadar makan rumput.
Sapi-sapi itu juga merusak tanaman, fasilitas rumah, hingga menyisakan kotoran di berbagai sudut lingkungan.
Sri Wahyuni, salah satu warga setempat, mengaku sering dirugikan akibat ulah sapi liar itu.
Ditemui pada Senin (3/11/2025), ia mengatakan pipa air di halamannya bahkan sampai rusak akibat diinjak-injak sapi.
Baca juga: Viral WNA Ngamuk di SPBU Bone Petugas Tolak Isi Solar, Pertamina Patra Niaga Ungkap Kendala Bahasa
Baca juga: PMII Mamuju Desak Polda Sulbar Tuntaskan Kasus Oli Palsu, Minta Aktor Besar Tak Dibiarkan Lolos
“Sudah tidak terhitung berapa kali mereka masuk halaman. Tanaman rusak, pipa air juga hancur. Siang malam mereka berkeliaran,” keluhnya.
Menurut Sri Wahyuni, masalah ini bukan persoalan baru.
Kondisi tersebut telah dirasakan masyarakat sejak bertahun-tahun lalu.
Pemilik Sudah Ditegur
Meskipun pemerintah kelurahan sudah beberapa kali mengeluarkan imbauan agar pemilik sapi tidak melepasliarkan ternaknya, namun imbauan itu dinilai tidak pernah diindahkan.
“Sudah sering saya tegur pemilik sapinya, tapi tidak pernah didengarkan. Seolah-olah mereka tidak peduli,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya sebatas memberi imbauan, tetapi juga melakukan tindakan tegas terhadap pemilik ternak yang membandel.
“Kami minta ada penindakan. Kalau hanya imbauan, tapi tidak ada tindak lanjut, sama saja tidak ada efeknya,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah setempat dapat segera menemukan solusi, sebelum muncul kejadian yang lebih merugikan atau bahkan membahayakan warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di luar rumah.
Hingga kini, warga menunggu langkah nyata dari pihak berwenang agar permasalahan sapi liar di Dusun Tanjung Babia dapat segera teratasi.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Dinsos Pasangkayu Segera Asesmen Siswa yang Butuh Kaki Palsu Rp75 Juta |
|
|---|
| BPBD Pasangkayu Siapkan Tangki Air Hadapi Ancaman Kekeringan Akibat El Nino |
|
|---|
| Sapi Liar di Pasangkayu Masih Jadi Keluhan Warga, Satpol PP Tunggu Respons Ombudsman |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Gantung di Tinapu Pasangkayu Dimulai, TNI Libatkan Banyak Pihak |
|
|---|
| Kapolres Pasangkayu Pastikan Tak Ada Penimbunan LPG 3 Kg, Masyarakat Diminta Tak Panik |
|
|---|