Senin, 15 Juni 2026

Opini

Pelayanan Publik yang Ramah Anak: Perspektif Pencegahan Stunting

Dalam perspektif pelayanan publik modern, masyarakat bukan sekadar penerima layanan, tetapi pemegang hak (rights holder).

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Pelayanan Publik yang Ramah Anak: Perspektif Pencegahan Stunting
dokumen pribadi/dok pribadi
OPINI - Dr. Sumarni Sumai, S. Sos., M. Si (Ketua Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Parepare; Ketua Dharma Wanita Persatuan Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat) 

Karena itu, pelayanan publik yang ramah anak harus disertai dengan komunikasi publik yang efektif. Petugas kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat perlu menjadi bagian dari proses edukasi yang berkelanjutan.

Informasi mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, serta pola pengasuhan tidak cukup hanya disampaikan melalui sosialisasi formal, tetapi harus menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dalam masyarakat.

Selain komunikasi, keberhasilan pelayanan publik juga sangat dipengaruhi oleh modal sosial yang dimiliki komunitas. Pemikiran Pierre Bourdieu menjelaskan bahwa jaringan sosial, kepercayaan, dan solidaritas masyarakat merupakan sumber daya penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Di banyak desa di Indonesia, semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat program pencegahan stunting. Ketika masyarakat saling mendukung, kader Posyandu aktif melakukan pendampingan, tokoh agama menyampaikan pesan kesehatan dalam forum keagamaan, dan pemerintah desa menjadikan kesehatan anak sebagai prioritas pembangunan, maka pelayanan publik tidak lagi berjalan secara birokratis semata, tetapi menjadi gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dari perspektif ini, pencegahan stunting sesungguhnya merupakan ukuran keberhasilan pelayanan publik yang paling mendasar. Sebab, kualitas pelayanan publik pada akhirnya tercermin pada kualitas hidup warga yang dilayani, terutama kelompok yang paling rentan, yaitu anak-anak.

Membangun pelayanan publik yang ramah anak berarti memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Hal itu hanya dapat terwujud apabila layanan kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan perlindungan sosial berjalan secara terintegrasi serta didukung oleh komunikasi yang efektif dan partisipasi masyarakat yang kuat.

Stunting mengingatkan kita bahwa pembangunan manusia tidak dimulai dari gedung-gedung megah atau angka pertumbuhan ekonomi semata.

Pembangunan manusia dimulai dari kemampuan negara dan masyarakat dalam melindungi hak-hak anak sejak awal kehidupannya.

Karena itu, pencegahan stunting bukan hanya agenda kesehatan, melainkan juga agenda pelayanan publik, perlindungan anak, dan pembangunan peradaban bangsa.(*)

 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved