Opini
Pancasila Mengajarkan Kita untuk Tidak Serakah
Padahal Pancasila bukan sekadar teks yang dibacakan saat upacara hingga dihafal, bukan juga hiasan yang hanya dipasang di dinding sekolah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Furqan-Mawardi-for-Tribun-sulbar.jpg)
Padahal agama tidak pernah mengajarkan kerakusan. Islam justru mengajarkan qana’ah, kesederhanaan, dan keberkahan hidup.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri.
Keserakahan selalu membuat manusia kehilangan empati.
Orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri biasanya sulit merasakan penderitaan orang lain.
Hari ini kita melihat ironi di mana-mana. Ada orang hidup bermewah-mewahan di tengah rakyat yang kesulitan makan.
Ada yang sibuk memperkaya diri ketika banyak anak putus sekolah. Bahkan ada yang tega mengambil hak rakyat kecil demi kepentingannya sendiri.
Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini sederhana, tetapi sangat dalam. Bahwa iman seharusnya melahirkan kepedulian sosial.
Orang yang beradab tidak akan nyaman hidup berlebihan di tengah penderitaan orang lain.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Keserakahan sering menjadi sebab retaknya persatuan. Banyak konflik lahir bukan karena perbedaan, tetapi karena ego dan kepentingan. Ada yang rela memecah belah masyarakat demi kekuasaan.
Ada yang menjadikan agama, suku, dan identitas sebagai alat memenangkan ambisi politik.
Padahal persatuan tidak mungkin lahir dari hati yang rakus.
Persatuan hanya tumbuh dari keikhlasan untuk saling menjaga dan saling mengalah demi kepentingan bersama.
Bangsa ini terlalu besar untuk dipertaruhkan demi ambisi kelompok.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, sesungguhnya mengandung pesan moral yang sangat kuat tentang amanah kekuasaan.
Kekuasaan seharusnya melahirkan kebijaksanaan, bukan keserakahan.
Opini Tribun Sulbar
Opini
Hari Pancasila
Hari Lahir Pancasila
peringatan Hari Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila
| Imam Lapeo : Cinta, Teladan dan Inspirator |
|
|---|
| Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI |
|
|---|
| Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power |
|
|---|
| Keberpihakan terhadap Ekologi Perspektif Sustainable Ethics dan Ekoteologi Kontekstual di Mamasa |
|
|---|
| Manipulasi Narasi Digital & Profesionalisme Penegakan Hukum: Melawan Arus Trial by Social Media |
|
|---|