Jumat, 24 April 2026

Info BMKG

Warga Harus Siaga! BMKG Kembali Ingatkan Potensi Megathrust dan Tsunami di Wilayah Ini

Dwikorita mengungkapkan aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa cukup tinggi.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Warga Harus Siaga! BMKG Kembali Ingatkan Potensi Megathrust dan Tsunami di Wilayah Ini
USGS.GOV
Pusat gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) pukul 23.47 WIB. BMKG kembali ingatkan warga soal potensi gempa bumi besar di Selatan Pulau Jawa. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Warga di Selatan Pulau Jawa kembali diingatkan akan ancaman bencana alam gempabumi.

Bahkan berpotensi tsunami hingga megathrust, atau gemba besar akibat pergeseran patahan bumi.

Potensi bahaya besar tersebut membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga sejak dini.

Baca juga: Dampak Gempa Poso, Satu Korban Meninggal dan 57 Gempa Susulan Terjadi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, dalam sepuluh tahun terakhir, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitar tercatat mengalami lebih besar dari gempa bumi dengan magnitudo di atas lima.

"Termasuk kejadian yang merusak," ungkap Dwikorita Karnawati, dalam sambutannya di acara Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (23/9/2025).

"Data ini menjadi pengingat bahwa risiko gempa dan tsunami nyata adanya, sehingga kesiapsiagaan adalah keharusan,” ujar Dwikorita, dilansir bmkg.go.id.

Dwikorita mengungkapkan aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa cukup tinggi.

Pihaknya pun menuntut peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam memahami tanda bahaya serta peringatan dini.

“Implementasi 12 indikator Tsunami Ready menjadi langkah penting menuju cita-cita zero victim," ucap Dwikorita.

Melalui program ini, Dwikorita ingin masyarakat terus melanjutkan "Tsunami Ready Community " yang sebelumnya telah mendapat pengakuan UNESCO di enam desa DIY, termasuk Desa Glagah, Kulon Progo, pada 2022.

Dengan mawasnya pengetahuan, menunjukkan masyarakat pesisir selatan siaga.

Sehingga, wisatawan merasa lebih aman untuk berpetualang di wilayah Jawa Selatan, khususnya Kulon Progo.

"Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan wisatawan maupun investor di Kulon Progo yang menjadi pintu gerbang wisata melalui Bandara Internasional YIA,” tegas Dwikora.

Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta, Ardhianto, melaporkan kegiatan ini diikuti 55 peserta.

Dengan mawasnya pengetahuan, menunjukkan masyarakat pesisir selatan siaga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved