Kamis, 11 Juni 2026

Mamuju

Modus Mengaku Dekat Kapolresta, Pria di Mamuju Tipu Pengusaha Tambang Rp 35 Juta

Tak hanya itu, R bahkan nekat mendatangi kediaman Alimin demi menawarkan bantuan hukum palsu tersebut.

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Modus Mengaku Dekat Kapolresta, Pria di Mamuju Tipu Pengusaha Tambang Rp 35 Juta
Istimewa/istimewa
TIPU PENGUSAHA - Transaksi uang cash di pasar regional Mamuju, pada 29 Mei 2026. Seorang pengusaha tambang emas di Kecamatan Bonehau, Alimin, menjadi korban dugaan penipuan dengan kerugian mencapai Rp 35 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pengusaha tambang emas di Bonehau, Mamuju, bernama Alimin diduga menjadi korban penipuan dengan kerugian sekitar Rp35 juta.
  • Pelaku berinisial R diduga mencatut nama Kapolresta Mamuju dan menjanjikan bisa mengeluarkan alat berat korban yang disita polisi dengan imbalan uang.
  • Setelah uang diserahkan, pelaku menghilang dan nomor telepon tidak aktif, sementara korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Seorang pengusaha tambang emas di Kecamatan Bonehau, Alimin, menjadi korban dugaan penipuan dengan kerugian mencapai Rp 35 juta.

Korban tertipu oleh seorang pria berinisial R yang menjanjikan mampu mengeluarkan alat berat milik korban yang tengah disita aparat kepolisian. 

Untuk meyakinkan korban, pelaku mencatut nama Kapolresta Mamuju dan mengaku memiliki akses khusus melalui ajudannya.

Baca juga: 387 Jemaah Haji Kloter 11 Tampil Glamor Saat Tiba di Stadion HS Mengga Polman

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Penikaman di Kafe Mateng, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Alimin menceritakan, aksi dugaan penipuan ini bermula saat R berulang kali menghubunginya melalui sambungan telepon. 

Tak hanya itu, R bahkan nekat mendatangi kediaman Alimin demi menawarkan bantuan hukum palsu tersebut.

Alat berat milik Alimin sendiri saat itu diketahui tengah ditahan pihak kepolisian di wilayah Salutake, Kecamatan Bonehau.

"R itu memang saya sudah cap sebagai manusia yang tidak bisa saya percaya lagi. Karena awalnya dia menelepon terus, makanya saya bicara dengan dia. Sampai dia datang ke rumah berkali-kali. Dia pura-pura mau bantu keluarkan alat saya yang ditahan polisi di Salutake," kata Alimin, Rabu (10/6/2026).

Mencatut Nama Kapolresta Mamuju

Dalam melancarkan aksinya, R berupaya meyakinkan korban bahwa dirinya telah membangun komunikasi dengan lingkaran dalam Kapolresta Mamuju. 

R kemudian meminta uang tebusan puluhan juta rupiah dengan dalih uang tersebut akan diserahkan langsung kepada pimpinan tertinggi Polresta Mamuju.

"Dia bilang sudah sama ajudannya Kapolresta dan minta tebusan Rp 50 juta. Dia bilang ini langsung ke Pak Kapolresta. Karena alat saya masih dicicil, saya semangat carikan jalan supaya bisa keluar," ujarnya.

Siasat pelaku semakin mendesak ketika ia meminta korban segera menyerahkan uang dengan alasan waktu yang mepet sebelum Kapolresta bertolak ke luar daerah. 

Korban yang percaya bahkan diminta segera menyewa truk tronton untuk mengangkut alat berat tersebut.

"Dia mendesak terus menelepon. Bilang Pak Kapolres mau ke Jakarta hari Rabu, jadi kasihmi sekarang uang Rp 35 juta, nanti keluar itu alat baru dilunasi. Dia juga billing carimiki tronton. Saya cari tronton dan sudah dibayar juga," tuturnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved