Rabu, 10 Juni 2026

Mamuju

GMNI Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris DPD di Mamuju

Untuk kepentingan penyelidikan, korban telah menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto GMNI Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris DPD di Mamuju
Tribun-Sulbar.com/GMNI Sulbar
PENGANINAYAAN - Sekretaris DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat, Yudi diduga dikeroyok sekelompok pemuda di Lingkungan Tahaya-haya, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Sulawesi barat pada Minggu (7/6/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, Yudi mengalami sejumlah luka di bagian kepala, rahang, tulang rusuk, serta beberapa bagian tubuh lainnya. 
Ringkasan Berita:
  • Sekretaris DPD GMNI Sulbar, Yudi, diduga menjadi korban pengeroyokan di Kelurahan Karema, Mamuju, dan mengalami sejumlah luka.
  • Korban mengaku datang untuk mencari klarifikasi terkait dugaan pemukulan terhadap adiknya, namun diduga berujung menjadi korban kekerasan.
  • Kasus telah dilaporkan ke Polresta Mamuju dan GMNI mendesak polisi mengusut tuntas serta memberikan kepastian hukum

 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU- Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat, Yudi, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di Lingkungan Tahaya-haya, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan telah melaporkannya ke Polresta Mamuju.

Menurut keterangan korban, dirinya datang ke lokasi untuk mencari klarifikasi terkait dugaan pemukulan yang sebelumnya dialami adik kandungnya di kawasan yang sama.

Baca juga: Anggota DPRD Polman Dipecat Gegara Tak Bayar Iuran Rp 5 Juta Per Bulan ke Partai Sejak Dilantik

Baca juga: Nilai Putusan Hakim Tak Sesuai Fakta Sidang, Terdakwa Kasus Gerbang Mamuju Ajukan Banding

Korban mengaku berniat menyelesaikan persoalan secara baik-baik dan memperoleh penjelasan dari pihak yang diduga terlibat.

Namun, upaya tersebut diduga berujung pada tindakan kekerasan. Korban mengaku diserang secara bersama-sama oleh beberapa orang hingga terjatuh.

Akibat kejadian itu, Yudi mengalami luka lecet di sejumlah bagian tubuh serta merasakan nyeri pada bagian kepala, rahang, dan tulang rusuk sebelah kiri.

Untuk kepentingan penyelidikan, korban telah menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju.

Wakil Kepala Bidang Kesarinahan GMNI mengecam dugaan pengeroyokan tersebut dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus itu.

"Kami mengecam keras tindakan pengeroyokan yang diduga dilakukan terhadap saudara Yudi. Kami mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus ini dan memberikan kepastian hukum bagi korban. Kekerasan bukan cara menyelesaikan persoalan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Mamuju Dicky Wahyudi menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga kasus tersebut memperoleh kejelasan.

GMNI berharap aparat penegak hukum menangani perkara secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polresta Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.(*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved