Berita Sulbar
Dukung Program Pastipadu 2026, KominfoSS Sulbar Integrasikan Data Stunting Lintas Sektoral
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam menekan angka stunting di Sulbar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Rapat-koordinasi-program-Pastipadu-Selasa-262026.jpg)
Ringkasan Berita:
- DiskominfoSS Sulbar mengintegrasikan data stunting lintas sektoral untuk mendukung Program Pastipadu 2026.
- Data yang diintegrasikan berasal dari SIGA, BKKBN, DTSEN, hingga EPPBGM Kementerian Kesehatan.
- Selain penguatan data, DiskominfoSS Sulbar juga mengoptimalkan edukasi publik melalui media sosial dan kemitraan media.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat melaporkan dukungannya terhadap Program Pastipadu Tahun Anggaran 2026.
Memasuki pertengahan tahun, KominfoSS Sulbar bersiap melakukan integrasi data stunting lintas sektoral guna menyusun konten edukasi yang lebih akurat.
Selain itu, instansi tersebut juga menyiapkan fasilitasi dashboard serta penyediaan aplikasi khusus sebagai bagian dari program intervensi.
Baca juga: KominfoSS Sulbar Dorong OPD Aktif Kelola Kanal Informasi, Jadi Indikator Kinerja dan TPP
Baca juga: Setelah WFH 4 Bulan, Gubernur Sulbar Ingin Beri Tugas Baru ke PPPK: Daripada Libur!
Langkah integrasi ini akan menyatukan berbagai basis data penting, mulai dari Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA), data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), hingga Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) milik Kementerian Kesehatan.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam menekan angka stunting di Sulbar.
Integrasi Data Jadi Kunci Penanganan Stunting
Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan penyatuan data dari berbagai sektor menjadi kunci keberhasilan program di lapangan.
"Integrasi data dari SIGA, BKKBN, hingga Kemenkes ini sangat krusial. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dengan data masing-masing. Melalui satu data yang terintegrasi, kita bisa melihat peta stunting secara riil di lapangan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tegas Ridwan.
Selain penguatan sistem dan aplikasi intervensi, program ini juga didukung strategi komunikasi yang masif.
Selama lima bulan terakhir, KominfoSS Sulbar mengoptimalkan media sosial dan media massa melalui produksi infografis serta konten edukasi.
Strategi tersebut diperkuat dengan dukungan sekitar 120 media online mitra Pemerintah Provinsi Sulbar.
Melalui jaringan kemitraan tersebut, DiskominfoSS Sulbar aktif membangun narasi bersama untuk mengedukasi masyarakat terkait penanganan stunting secara serentak di enam kabupaten di Sulawesi Barat. (*)
| Setelah WFH 4 Bulan, Gubernur Sulbar Ingin Beri Tugas Baru ke PPPK: Daripada Libur! |
|
|---|
| Usai Libur 4 Bulan, PPPK Pemprov Sulbar Akan Ditugaskan ke Kecamatan Atasi Stunting dan Kemiskinan |
|
|---|
| Dikritik DPRD Soal Penghargaan Penurunan Pengangguran, Gubernur SDK Tantang Tunjukkan Data Tandingan |
|
|---|
| Terima Rp 3 M dari Kemendagri Karena Sukses Tekan Pengangguran, SDK: untuk Pelatihan Kerja |
|
|---|
| Gubernur SDK Klaim Angka Pengangguran Sulbar di Level 3 Persen |
|
|---|