Tabung Gas
2 Hari Setelah Lebaran, Gas 3 Kg Langka di Mamuju dan Dijual Rp 40 Ribu per Tabung
Ia mengaku harus berkendara mengelilingi wilayah Mamuju hingga ke kawasan Simpang Lima Ia mengaku harus berkendara
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tumpukan-tabung-gas-melon-atau-LPG-3-Kg-di-kantor-Agent-Harmina-Mitra-Gas.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Simboro, Mamuju, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kg dua hari setelah Idul Adha hingga harus mencari ke wilayah lain.
- Seorang warga bernama Afifa mengaku berkeliling hingga 15 kilometer mencari gas melon, namun sejumlah pangkalan resmi dalam kondisi kosong.
- Gas elpiji 3 kg akhirnya ditemukan di pengecer seharga Rp 40 ribu per tabung, jauh di atas HET resmi Rp 18.500.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dua hari pasca-hari raya Idul Adha, warga di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg).
Akibat kelangkaan tersebut, warga terpaksa harus berburu hingga belasan kilometer ke wilayah lain.
Seorang warga Kelurahan Simboro, Afifa, menceritakan perjuangannya mencari gas melon yang mendadak hilang di pasaran setelah lebaran.
Baca juga: Lowongan Kerja Yamaha Indonesia, Terbuka 38 Posisi Strategis untuk Lulusan SMA hingga Sarjana
Baca juga: Kebakaran Hutan di Sumare Mamuju Hanguskan 20 Hektare Lahan, Diduga Ini Pemicunya
Ia mengaku harus berkendara mengelilingi wilayah Mamuju hingga ke kawasan Simpang Lima di Jalan Sultan Hasanuddin.
Jarak yang ditempuh Afifa dari rumahnya mencapai 15 kilometer demi mencari pasokan gas untuk kebutuhan dapur.
Namun, usahanya mendatangi sejumlah pangkalan resmi berujung sia-sia.
"Saya sudah keliling Mamuju sampai ke Simpang Lima, Jl Sultan Hasanuddin. Dari beberapa pangkalan yang saya datangi, semuanya kosong. Tabung bersubsidi tidak ada," ujar Afifa, Jumat (29/5/2026).
Harga Eceran Tembus Rp 40 Ribu
Setelah lelah mencari ke berbagai pangkalan resmi, Afifa akhirnya menemukan gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer saat melintasi Jalan Ahmad Kirang.
Namun, ia terkejut karena harga yang dipatok pedagang eceran naik lebih dari dua kali lipat.
Di tingkat pengecer tersebut, satu tabung gas elpiji 3 kg dijual seharga Rp 40 ribu.
"Terpaksa tetap dibeli karena sangat butuh untuk memasak (daging) sisa lebaran," keluhnya.
Lonjakan harga di tingkat eceran ini dikeluhkan warga karena dinilai sangat mencekik masyarakat kecil.
Angka Rp 40 ribu tersebut melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi yang telah ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 18.500 per tabung.
Warga berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan serta menggelar operasi pasar guna menormalkan kembali pasokan dan harga gas melon pasca-lebaran ini.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
| IRT di Mamuju Keluhkan Kelangkaan Gas Tidak Bisa Masak |
|
|---|
| Pangkalan Tabung LPG 3 Kg di Pasangkayu Diduga Jual di Atas HET, Warga Menjerit |
|
|---|
| Pencuri Tabung Gas 3 Kg di Polman Babak Belur Dihajar Warga Sebelum Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Warga Aralle Mamasa Keluhkan Kelangkaan Tabung Gas 3 Kg, Stok Terbatas Distribusi Terlambat |
|
|---|
| Sekda Majene Ultimatum Ada Sanksi Pengecer Naikkan Harga Tabung Gas Jelang Lebaran |
|
|---|