Rabu, 20 Mei 2026

Berita Sulbar

Antrean Truk Sawit di Sulbar Mengular Disebabkan Panen Membludak Kapasitas Pabrik Tak Cukup

Ketidakseimbangan ini membuat ruang penampungan pabrik (loading ramp) kelebihan muatan (overload), sehingga truk antre berjam-jam

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Antrean Truk Sawit di Sulbar Mengular Disebabkan Panen Membludak Kapasitas Pabrik Tak Cukup
Tribun-Sulbar.com/Suandi
ANTREAN SAWIT - Kepala Bidang Hilirisasi Dinas Perkebunan Sulbar, Agustina, saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Dinas Perkebunan Sulbar, Senin (18/5/2026). Agustina menuturkan bahwa anteran truk sawit fdisebabkan puncak panen tinggi 

Ringkasan Berita:
1. Terjadi lonjakan volume TBS yang tajam dari kebun masyarakat karena memasuki periode puncak panen sejak bulan April hingga Juni.
2. Volume buah yang melimpah tidak seimbang dengan kapasitas olah harian pabrik, sehingga ruang penampungan (loading ramp) kelebihan muatan.
3. Derasnya pasokan TBS dari petani mandiri/swadaya yang berada di luar sistem kemitraan resmi tidak mampu ditampung oleh pabrik terdekat (misalnya PT MUL yang hanya berkapasitas 45 ton/jam).

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Bidang Hilirisasi Dinas Perkebunan Sulbar, Agustina mengatakan antrean panjang truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Mamuju Tengah dan Pasangkayu disebabkan faktor teknis maupun non-teknis di lapangan.

Agustina mengungkapkan faktor utama yang memicu kemacetan panjang ini adalah musiman.

Sejak April hingga Juni, perkebunan sawit di Sulbar memasuki periode puncak panen.

Baca juga: Disbun Sulbar Semprot Pabrik Sawit Nakal yang Beli TBS di Bawah Harga Pemda

Baca juga: Sudah 3 Hari Sopir Truk Bermuatan Sawit Antre di Pabrik di Mamuju Tengah

"Volume TBS yang melonjak tajam dari kebun masyarakat tidak seimbang dengan kapasitas olah harian pabrik kelapa sawit yang ada," ujar Agustina saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Dinas Perkebunan Sulbar, Senin (18/5/2026).

Ketidakseimbangan ini membuat ruang penampungan pabrik (loading ramp) kelebihan muatan (overload), sehingga truk harus mengantre berjam-jam bahkan berhari-hari untuk bisa bongkar muat.

Faktor krusial berikutnya adalah derasnya pasokan TBS dari petani swadaya atau mandiri yang berada di luar sistem kemitraan resmi pabrik.

Ia mencontohkan di Mamuju, PT Manakara Unggul Lestari (MUL) di Leling hanya memiliki kapasitas olah 45 ton per jam.

Pabrik ini tidak mampu lagi menampung masifnya produksi dari petani swadaya di sekitarnya, seperti dari wilayah Tommo 1 dan Tommo 2.

Akibatnya, arus kendaraan dialihkan ke daerah bawah, salah satunya ke PKS PT Mitra Andalan Sawit (MAS).

ANTREAN TRUK - Antrean truk pemuat kelapa sawit di jalan masuk pabrik di wilayah Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (18/5/2026). (Sandi/Tribunsulbar)
ANTREAN TRUK - Antrean truk pemuat kelapa sawit di jalan masuk pabrik di wilayah Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (18/5/2026). (Sandi/Tribunsulbar) (Tribun-Sulbar.com/Sandi Anugrah)

Ia tak menampik, kondisi ini kemudian menimbulkan keluhan dari berbagai pihak, mulai dari petani swadaya, pengepul, hingga transporter.

Mengingat waktu tunggu yang lama memicu penurunan kualitas buah sawit, potongan grading yang membengkak, hingga kerugian operasional akibat truk yang tertahan berhari-hari.

Titik Kemacetan Terparah

PT MAS menjadi titik dengan antrean paling mengular karena posisinya yang sangat strategis.

"Berada paling dekat dengan jalan poros utama dan terbuka untuk umum menampung semua TBS dari petani swadaya. Truk dari luar daerah seperti Polewali Mandar (Polman) dan Pinrang ikut masuk menyerbu pabrik ini tanpa adanya pengaturan jadwal masuk yang teratur," sambungnya.

Masuknya truk dalam jumlah besar secara bersamaan diperparah oleh prosedur pemeriksaan mutu (grading) di pintu masuk pabrik yang memakan waktu lama.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved