Senin, 18 Mei 2026

Mamuju

Dua Ambulans Pembawa Pasien di Kalumpang Mamuju Terjebak Longsor dan Banjir

Menurut Bram, Kepala Dinas PUPR Mamuju, Taslim, saat ini masih berada di Kecamatan Kalumpang untuk memantau proses

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Dua Ambulans Pembawa Pasien di Kalumpang Mamuju Terjebak Longsor dan Banjir
Istimewa/istimewa
Tangkapan layar video memperlihatkan mobil ambulans milik Pemkab Mamuju terjebak di jalan rusak yang dialiri sungai di wilayah Batuisi, Kecamatan Kalumpang, Mamuju, Jumat (16/5/2026). Peristiwa tersebut viral usai diunggah akun Instagram InfoMamuju. 

Ringkasan Berita:
  • Dua mobil ambulans pembawa pasien rujukan di Kecamatan Kalumpang, Mamuju, terjebak longsor dan banjir akibat cuaca buruk.
  • Material longsor masih menutup akses jalan penghubung sejumlah desa karena alat berat milik PUPR belum tiba di lokasi akibat kendala di perjalanan.
  • Sedikitnya empat desa di Kalumpang masih terisolir dan proses evakuasi pasien dilakukan secara estafet menggunakan dua ambulans.

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Cuaca buruk yang melanda Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan dua mobil ambulans pembawa pasien rujukan terjebak longsor dan banjir.

Camat Kalumpang, Bram Thosuly, mengatakan pihak kecamatan telah berupaya mencari solusi agar ambulans yang digunakan mengevakuasi pasien dari desa menuju puskesmas tidak lagi terjebak saat melintas di wilayah terdampak.

“Pihak kecamatan sudah berupaya mencarikan solusi untuk mengantisipasi dua kendaraan ambulans yang terjebak longsor dan banjir di wilayah Kecamatan Kalumpang agar tidak lagi terjebak saat mengevakuasi pasien rujukan,” kata Bram saat dihubungi wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Sering Bikin Bingung, Ini Alasan SIM Disebut Surat dan KK Disebut Kartu

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sulbar Besok

Ia menjelaskan, pihak kecamatan telah meminta bantuan alat berat kepada Dinas PUPR Mamuju untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

Namun, mobil tronton pengangkut alat berat mengalami kerusakan di tengah perjalanan sehingga alat berat belum tiba di lokasi longsor.

“Seharusnya alat berat tersebut sudah tiba di TKP, namun karena ada hambatan di perjalanan sehingga material longsor belum bisa dibersihkan,” ujarnya.

Menurut Bram, Kepala Dinas PUPR Mamuju, Taslim, saat ini masih berada di Kecamatan Kalumpang untuk memantau proses penanganan akses jalan yang tertutup longsor.

Ia menyebut akses jalan yang menghubungkan Desa Karama, Polio, Sandapang, dan Desa Batu Makkada hingga kini masih tertutup material longsor.

“Kadis PUPR Mamuju sudah tiga hari di Kalumpang agar akses jalan yang tertutup longsor dapat segera dibuka,” ungkapnya.

Akibat cuaca buruk dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, sedikitnya empat desa di Kecamatan Kalumpang masih terisolir.

Material longsor yang menutupi jalan belum dapat dibersihkan karena alat berat belum tiba di lokasi.

Bram meminta masyarakat bersabar sambil menunggu proses pembukaan akses jalan dilakukan.

Ia juga menyarankan proses rujukan pasien dilakukan dengan sistem penjemputan estafet menggunakan dua ambulans dari titik berbeda.

“Kalau ada pasien yang mau dirujuk sebaiknya dievakuasi secara bertahap. Ambulans dari desa membawa pasien sampai titik longsor, kemudian dijemput ambulans lain dari seberang,” tuturnya.(*)
 
 
 
 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved