Pasokan Beras Bulog Mamuju Sempat Terhambat Gara-gara Keterlambatan Pasokan Kemasan
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, lonjakan harga beras di pasaran justru dipicu faktor non-pangan
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pimpinan-Bulog-Mamuju-norin.jpg)
Ringkasan Berita:1. Penyebab Hambatan: Distribusi bantuan pangan pada April 2026 sempat terhambat akibat pasokan kemasan plastik yang tersendat.2. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat bahwa kenaikan harga beras di pasaran dipicu oleh faktor non-pangan, yaitu lonjakan harga plastik kemasan yang meningkatkan biaya produksi, bukan karena harga gabah di tingkat petani.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Distribusi bantuan pangan dari Perum Bulog Cabang Mamuju pada April 2026 lalu disebabkan pasokan kemasan terhambat.
Namun kini masalah itu sudah teratasi, sehingga Bulog menargetkan menyalurkan 1.000 ton beras untuk tiga kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) rampung sebelum akhir Mei 2026.
Baca juga: Panjang 60 Meter dan Lebar 7 Meter Jembatan Sungai Karema Mamuju Target Selesai Sebelum Desember
Baca juga: Rekam Wanita Arab Saudi Tanpa Izin Seorang Jemaah Haji Indonesia Terancam Tak Pulang
"Kami sudah dibantu produsen untuk percepatan. Jadi mulai minggu kemarin sampai sekarang sudah mulai penyaluran kembali dan kami pastikan akhir bulan ini sudah selesai," ujar Pemimpin Cabang Perum Bulog Mamuju, Norin Samma saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Masalah kemasan beras belakangan ini memang menjadi sorotan.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, lonjakan harga beras di pasaran justru dipicu faktor non-pangan, salah satunya adalah kenaikan harga plastik kemasan.
Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, menjelaskan kenaikan harga bukan disebabkan harga gabah di tingkat petani, melainkan akibat lonjakan biaya produksi pada komponen kemasan.
"Kenaikan harga plastik (kemasan) turut memengaruhi biaya produksi dan tercermin dalam indeks yang dibayar petani. Hal ini yang kemudian memengaruhi harga di tingkat konsumen," jelas Suri saat pres rilis di aula BPS Sulbar, Jumat (1/5/2026).
Menanggapi fenomena tersebut, Norin Samma’ menyebut percepatan penyaluran bantuan pangan ini menjadi instrumen strategis untuk meredam dampak inflasi di daerah.
Tercatat, sebanyak 52.284 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu akan menerima jatah 20 kilogram beras, yang merupakan alokasi untuk dua bulan.
"Ini menjadi salah satu bentuk antisipasi kenaikan harga. Kami berharap bantuan ini bisa menjadi penopang ketersediaan pangan masyarakat, sehingga tekanan harga di pasar bisa berkurang," tambah Norin.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
| Bulog Mamuju Miliki Stok Beras 2.000 Ton, Siap Guyur Pasar Lewat Program SPHP |
|
|---|
| Bulog Polman Salurkan 2 Ton Beras dan Minyak Goreng 600 Liter, Operasi Pasar Jelang Lebaran |
|
|---|
| Bulog Mamuju Pastikan Stok Beras Aman hingga Pascalebaran 2026 |
|
|---|
| Bulog Pasangkayu Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan 1447 H, Cukup hingga 7 Bulan |
|
|---|
| Aman Sampai 6 Bulan, Bulog Mamuju Pastikan Stok Beras 2.500 Ton Cukup untuk Nataru 2025-2026 |
|
|---|