Selasa, 12 Mei 2026

Beras SPHP

Bulog Mamuju Miliki Stok Beras 2.000 Ton, Siap Guyur Pasar Lewat Program SPHP

Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk penyaluran bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Bulog Mamuju Miliki Stok Beras 2.000 Ton, Siap Guyur Pasar Lewat Program SPHP
Tribun-Sulbar.com/Suandi
PASOKAN BERAS – Kepala Cabang Bulog Mamuju, Norin Samma, saat ditemui di Kantor Cabang Bulog Mamuju, Senin (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bulog Mamuju memastikan stok beras dan minyak goreng aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
  • Saat ini stok beras di gudang Bulog Mamuju mencapai hampir 2.000 ton dan siap disalurkan melalui program bantuan pangan maupun SPHP.
  • Penyaluran Minyakita dilakukan secara ketat sesuai Permendag Nomor 43 Tahun 2025 dan hanya diperuntukkan bagi pedagang yang memenuhi syarat.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kantor Cabang Bulog Mamuju memastikan ketersediaan komoditas pangan, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Kepastian ini sekaligus merespons isu fluktuasi harga Minyakita di pasaran.

Kepala Cabang Bulog Mamuju, Norin Samma, mengatakan stok beras di gudang saat ini mencapai hampir 2.000 ton.

Baca juga: Kondisi Dermaga Pulau Karampuang Memprihatinkan dan Dikeluhkan Pengunjung, Atap Bolong

Baca juga: 37 CPNS di Pasangkayu Resmi Terima SK PNS, Ini Daftar Nama dan Instansinya

Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk penyaluran bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Masyarakat dan pemerintah daerah tidak perlu panik, terutama dalam menghadapi persiapan Hari Raya Iduladha. Kami yakinkan bahwa stok beras dan minyak goreng melimpah dan cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan,” ujar Norin saat ditemui di Kantor Cabang Bulog Mamuju, Senin (11/5/2026).

Bulog Perketat Penyaluran Minyakita

Terkait keluhan harga Minyakita, Norin menjelaskan pihaknya terus melakukan penetrasi pasar melalui sistem pemantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok).

Langkah ini bertujuan memberikan opsi bagi masyarakat agar bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau sesuai ketentuan.

Namun, Norin memberikan klarifikasi mengenai pihak yang diperbolehkan menjual Minyakita.

Berdasarkan Permendag Nomor 43 Tahun 2025, penyaluran Minyakita diatur secara ketat.

“Penyaluran kami fokuskan ke pengecer di pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK). Syaratnya, pedagang harus memiliki izin usaha dan mendapat rekomendasi dari dinas terkait. Jadi, memang tidak semua pedagang bisa melayani jika belum memenuhi syarat tersebut,” jelasnya.

Ia mengimbau pedagang yang ingin menjadi mitra penyalur agar segera mendaftarkan diri ke Bulog sehingga dapat dimonitor bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan.

Meski stok saat ini melimpah, Bulog Mamuju tetap melakukan pengadaan secara berkelanjutan.

Norin menegaskan pihaknya terus melakukan pembelian gabah dan beras langsung dari petani lokal.

“Untuk beras, hitungan kami sangat berlebih. Kami terus membeli dari petani untuk menjaga cadangan pangan tetap stabil,” tambahnya.

Sebagai daerah produsen, Norin menilai seharusnya tidak ada kendala berarti terkait ketersediaan minyak goreng di Sulbar. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved