Sekolah Disegel
Tukang Segel Lab Komputer SDN Lebani Mamuju, Protes Upah Tak Kunjung Dibayar Kontraktor
Aksi ini dilakukan para pekerja bangunan sebagai bentuk protes lantaran upah mereka yang tak kunjung dilunasi oleh pihak kontraktor.
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/sdfeeq.jpg)
Ringkasan Berita:
- Video penyegelan ruang laboratorium komputer di SD Negeri Lebani, Tapalang Barat, Mamuju, viral di media sosial.
- Aksi tersebut dilakukan pekerja bangunan sebagai protes karena upah mereka belum dibayar kontraktor.
- Sejumlah pekerja menyegel ruang laboratorium komputer SD Negeri Lebani dengan papan kayu. Mereka menuntut pembayaran upah proyek rehabilitasi senilai Rp5.555.000 yang belum dilunasi.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebuah video yang memperlihatkan aksi penyegelan ruang laboratorium komputer di SD Negeri Lebani, Dusun Landi, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, viral di media sosial.
Aksi ini dilakukan para pekerja bangunan sebagai bentuk protes lantaran upah mereka yang tak kunjung dilunasi oleh pihak kontraktor.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang pria yang mengenakan kaos hitam dan celana pendek sedang memaku dua bilah papan kayu panjang secara menyilang (membentuk huruf X) di depan pintu kayu berwarna merah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Senin 9 Maret 2026: Waspada Potensi Hujan Ringan di Mamuju dan Polman
Baca juga: Kabar Gembira ASN Sulbar, TPP Januari-Februari dan THR Dijadwalkan Cair Bertahap Maret 2026
Pintu tersebut merupakan akses masuk menuju ruang laboratorium yang baru saja selesai direhabilitasi.
Aksi penyegelan dilakukan dengan cara yang cukup permanen menggunakan alat pertukangan.
Pria dalam video tampak secara perlahan dan kuat memaku papan kayu ke kusen pintu.
Tak hanya menyilang papan di depan pintu, para pekerja juga menempelkan spanduk informasi proyek sebagai bukti keterlibatan mereka dalam pembangunan tersebut.
Spanduk itu mencantumkan detail proyek bertajuk "Pembangunan dan Rehabilitasi Ruang Laboratorium Komputer (DAU) SD Negeri Lebani" dengan nilai kontrak mencapai Rp 188.666.700,00.
Penyegelan ini dilakukan untuk memastikan ruangan tidak dapat digunakan pihak sekolah maupun pemerintah sebelum kewajiban pembayaran upah diselesaikan.
Upah Jutaan Rupiah Menggantung
Masdar, salah satu tukang kayu yang terlibat dalam proyek tersebut, mengungkapkan rasa kekecewaannya.
Ia menyebut tidak hanya dirinya, tetapi seluruh anggota tim tukang batu juga mengalami nasib yang sama.
"Iya benar (disegel). Saya selaku tukang kayu dan semua anggota tukang batu belum selesai pembayarannya sampai sekarang dengan alasan yang tidak jelas," ujar Masdar saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).
Menurut Masdar, total upah yang belum dibayarkan pihak pelaksana (CV Fauzan Abadi) berjumlah Rp 5.555.000.
Angka tersebut dianggap sangat berarti bagi para pekerja yang telah mencurahkan tenaga.
Dihubungi Tidak Merespons
| SD Inpres Pabettengan Mamuju Disegel Pekerja Upah Belum Dibayarkan, Diduga Libatkan Anggota DPRD |
|
|---|
| Sekolah Disegel, Gubernur Sulbar Suhardi Duka Akan Evaluasi Pihak Terkait |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Tukang Segel SMAN 1 Tommo Mamuju, Upah Rp 200 Juta Belum Dibayar |
|
|---|
| SD Inpres Karampuang Disegel Pemilik Lahan Kabid SD Disdikpora Mamuju Ngaku Tak Tahu Soal Ganti Rugi |
|
|---|
| SD Inpres Karampuang Terancam Disegel Lagi Ahli Waris Jika Pemkab Mamuju Tak Bayar Ganti Rugi |
|
|---|