Sabtu, 25 April 2026

Dzikir dan Doa Bersama

Tutup 2025 dengan Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK Tekankan Soal Keseimbangan Alam

Ia berharap tahun mendatang menjadi lebih baik dengan mengevaluasi capaian tahun 2025 dan melanjutkan hal-hal positif.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Tutup 2025 dengan Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK Tekankan Soal Keseimbangan Alam
Istimewa/humas pemprov sulbar
TAHUN BARU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Doa dan Zikir Bersama untuk keselamatan Provinsi Sulawesi Barat serta mendoakan para korban bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang berlangsung di Masjid Raya Suada Mamuju, Rabu 31 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Sulbar gelar Doa dan Zikir Bersama untuk keselamatan provinsi dan mendoakan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada malam Tahun Baru 2026.
  • Gubernur Suhardi Duka menekankan pentingnya keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan, serta mengajak masyarakat melakukan refleksi diri di akhir tahun.
  • Bantuan kemanusiaan senilai Rp1,278 miliar telah disalurkan ke tiga provinsi terdampak, sebagai bentuk solidaritas masyarakat Sulawesi Barat.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menutup tahun 2025 dengan dzikir dan doa bersama, Rabu (31/12/2025).

Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Menggar, kompak hadir bersama panjatkan doa, sambut 2026.

Selain untuk keselamatan daerah, dzikir dan doa bersama tersebut juga dikhususkan untuk para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengatakan, selain bentuk refleksi, dzikir dan doa bersama itu wujud solidaritas Sulbar terhadap sejumlah daerah terdampak bencana alam.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah di Sulbar

SDK menegaskan, bencana alam melanda Sumatera hendak menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Bencana ini tentu disebabkan oleh banyak faktor, termasuk bagaimana kita menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kepentingan ekologi. Olehnya itu, dalam memimpin daerah, kita harus berhati-hati dalam berpikir dan mengelola pembangunan,”ujar Suhardi Duka.

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus dibarengi mitigasi risiko dan upaya menjaga lingkungan agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Gubernur juga mengungkapkan Pemprov Sulbar bersama enam pemerintah kabupaten, dengan dukungan masyarakat, telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di tiga provinsi tersebut.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,278 miliar, dengan masing-masing provinsi menerima sekitar Rp428 juta.

“Bantuan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas masyarakat Sulbar terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi cobaan. Ini bukti Sulbar ikut merasakan penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu refleksi, baik sebagai penyelenggara pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, tokoh agama, maupun warga masyarakat.

“Kita perlu merefleksi kebijakan, keputusan, dan perilaku kita. Sejauh mana peran kita dalam membangun bangsa, membangun masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ia berharap tahun mendatang menjadi lebih baik dengan mengevaluasi capaian tahun 2025 dan melanjutkan hal-hal positif.

Suhardi Duka menekankan, seluruh ikhtiar manusia tidak akan bermakna tanpa diiringi doa dan zikir kepada Allah SWT.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved