Berita Sulbar
45 Warga Binaan Lapas Perempuan Mamuju Dites HIV Hasilnya Negatif Semua
Nur Syamsi berharap warga binaan perempuan merasa diperhatikan dan tidak terabaikan hak-hak kesehatannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/pemeriksaan-HIV-di-Lapas-Perempuan.jpg)
Ringkasan Berita:Ringkasan:Jumlah Peserta: Sebanyak 45 dari total 49 warga binaan telah diperiksa. Empat orang lainnya akan dijadwalkan menyusul karena alasan aktivitas lain.Hasil Pemeriksaan: Seluruh warga binaan yang mengikuti tes dinyatakan negatif HIV dan hepatitis.Latar Belakang & Tujuan: Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ibu dan sebagai wujud empati untuk memastikan hak kesehatan warga binaan tetap terpenuhi meski dalam keterbatasan ruang.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU — Sebanyak 45 dari total 49 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat menjalani skrining HIV dan hepatitis pada Minggu (21/12/2025).
Pemeriksaan dilaksanakan Dinas Kesehatan Sulawesi Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Nur Syamsi Rahim, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu, sekaligus wujud empati dan perhatian terhadap kesehatan warga binaan perempuan.
Baca juga: Laga Amal APPI Terkumpul Rp265 Juta untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Baca juga: Jenazah Ambo Pria Asal Parepare Ditemukan Meninggal di Arteri Akan Dimakamkan di Mamuju
“Kegiatan ini kami lakukan karena sesama perempuan. Paling tidak, kami ingin memperhatikan kesehatan mereka, terutama yang berkaitan dengan HIV dan hepatitis,” ujar Nur Syamsi Rahim.
Ia menyebutkan, dari total 49 warga binaan, sebanyak 45 orang telah menjalani pemeriksaan, sementara empat orang lainnya belum diperiksa karena sedang mengikuti aktivitas yang tidak dapat ditinggalkan.
Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan pada kesempatan berikutnya.
“Hasilnya seluruhnya negatif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Nur Syamsi berharap warga binaan perempuan merasa diperhatikan dan tidak terabaikan hak-hak kesehatannya, meskipun berada dalam keterbatasan ruang dan kebebasan.
Pencegahan HIV
“Harapan saya, kegiatan ini bisa menyentuh mereka. Walaupun berada di tempat yang terbatas dan hak-haknya tidak sepenuhnya bisa dijalankan,” tuturnya.
Selain itu, Nur Syamsi Rahim juga menyampaikan pesan kepada masyarakat umum terkait pencegahan HIV.
Ia menekankan pentingnya menjauhi perilaku berisiko yang dapat memicu penularan virus tersebut.
Hal ini juga sejalan dengan misi Pancadaya Ketiga Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakilnya Salim S Mengga dalam membangun SDM yang unggul dan berkarakter.
“HIV itu sebenarnya penyakit yang bisa dihindari. Penularannya melalui cairan tubuh dan darah. Karena itu, penggunaan narkoba dengan jarum suntik secara bergantian sangat berisiko, sebab kita tidak tahu apakah darah atau tubuh seseorang sudah terpapar virus HIV,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat berharap melalui edukasi dan skrining kesehatan ini, kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, semakin meningkat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. (*)
| MTQ Sulbar 2026 Dipusatkan di 3 Masjid Mamuju Masjid Raya Suada, Muttahidah dan Al-Quba |
|
|---|
| KominfoSS Sulbar Integrasikan Data Lintas Sektoral untuk Penanganan Stunting |
|
|---|
| Pemprov Sulbar Terima Penghargaan Sukses Tekan Pengangguran dari Kemendagri, BPS Beberkan Tolok Ukur |
|
|---|
| Dukung Program Pastipadu 2026, KominfoSS Sulbar Integrasikan Data Stunting Lintas Sektoral |
|
|---|
| Setelah WFH 4 Bulan, Gubernur Sulbar Ingin Beri Tugas Baru ke PPPK: Daripada Libur! |
|
|---|