Rabu, 27 Mei 2026

Penipuan Haji

Oknum ASN Kemenag Mamuju dan Dinas Pertanian Dipolisikan, Diduga Tipu Calon Jamaah Haji

Dua orang terduga pelaku yang disebut merupakan aparatur sipil negara (ASN) berinisial MY berdinas pertanian

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Oknum ASN Kemenag Mamuju dan Dinas Pertanian Dipolisikan, Diduga Tipu Calon Jamaah Haji
Istimewa/istimewa
Empat warga korban dugaan penipuan keberangkatan haji saat melaporkan kasus yang dialaminya di SPKT Polresta Mamuju, Senin (25/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dua ASN di Mamuju dilaporkan ke Polresta Mamuju usai diduga menipu empat calon jamaah haji dengan modus percepatan keberangkatan.
  • Korban mengaku telah menyetor uang hingga Rp300 juta dan sempat berangkat ke Asrama Haji Sudiang Makassar sebelum mengetahui namanya tidak terdaftar dalam kloter.
  • Polisi membenarkan laporan dugaan penipuan haji tersebut dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Mamuju.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Empat calon jamaah haji di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga menjadi korban penipuan dengan modus percepatan keberangkatan haji tahun 2026.

Dua orang terduga pelaku yang disebut merupakan aparatur sipil negara (ASN) berinisial MY berdinas di Kementerian Agama Mamuju dan ST berdinas di Dinas Pertanian Mamuju dilaporkan ke Polresta Mamuju setelah diduga meminta uang ratusan juta rupiah kepada korban.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir membenarkan adanya laporan dugaan penipuan calon jamaah haji tersebut.

Baca juga: Pengakuan Korban Dugaan Penipuan Haji di Mamuju, Sempat Berangkat ke Makassar Sebelum Gagal Terbang

Baca juga: Emak-Emak di Mamuju Tengah Serbu Pasar Murah, Beras, Telur dan Minyak Goreng Paling Diincar

“Nomor laporan soal kasus penipuan calon jamaah haji di Polresta Mamuju yakni LP/B/170/V/2026/SPKT. Saat ini kasusnya ditangani Satreskrim Polresta Mamuju,” ujar Herman.

Ia menjelaskan, awalnya para korban sedang menunggu antrean keberangkatan haji sebelum kemudian didatangi terduga pelaku yang mengaku mampu mempercepat jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

“ST dan HY datang ke korban dan menyampaikan bahwa mereka bisa memajukan keberangkatan para korban serta berjanji memberangkatkan mereka,” ungkap Herman.

"Iya betul, Hj, MY (asn Kemenag mamuju) dan ST (asn dinas pertanian mamuju)," sambungnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penipuan keberangkatan haji tersebut.

Pengakuan Korban 

Salah seorang korban, Rusdiana mengaku dirinya bersama tiga korban lainnya telah resmi terdaftar sebagai calon jamaah haji sejak delapan tahun lalu di Kementerian Agama Mamuju.

“Kami berempat sudah resmi mendaftar sebagai calon jamaah haji sejak delapan tahun lalu,” ujar Rusdiana saat ditemui wartawan di Polresta Mamuju, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kedua terduga pelaku menawarkan bantuan agar para korban bisa diberangkatkan lebih cepat pada musim haji tahun ini melalui jalur tambahan.

Korban kemudian diminta membayar pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH) secara bertahap.

“Kami diminta membayar pelunasan haji oleh kedua oknum tersebut. Pembayarannya sampai empat kali dan total dana yang kami setor sekitar Rp300 juta,” jelasnya.

Para korban sempat percaya karena dijanjikan masuk dalam daftar keberangkatan haji tahun 2026. Bahkan, keluarga korban telah menggelar acara syukuran sebelum keberangkatan.

Tak hanya itu, korban juga telah berangkat ke Makassar untuk bergabung dengan kloter jamaah asal Mamuju di Asrama Haji Sudiang.

Namun setibanya di lokasi, nama keempat korban ternyata tidak terdaftar dalam manifest keberangkatan jamaah haji.

Korban yang merasa malu dan kecewa akhirnya kembali ke Mamuju dan melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polresta Mamuju.(*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved