Rabu, 15 April 2026

Berita Mamasa

Longsor Tutup Akses Jalan, 6 Desa di Tabulahan Mamasa Sudah 2 Pekan Terisolir

Akibatnya warga setempat kesulitan beraktivitas, kini menuggu alat berat untuk pembersihan.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Longsor Tutup Akses Jalan, 6 Desa di Tabulahan Mamasa Sudah 2 Pekan Terisolir
Tribun-Sulbar.com/bpbd mamasa
LONGSOR - Enam desa di Kabupaten Mamasa, Sulbar, sudah dua pekan lebih dilaporkan terisolir gegara material longsor yang menutup akses jalan utama, Selasa (9/12/2025). Akses jalan menuju enam desa ini tidak dapat dilalui kendaraan, longsor tutup bahu jalan. Dok BPBD Mamasa. 

Ringkasan Berita:
  • Enam desa di Mamasa terisolir lebih dari dua pekan akibat longsor di Tabulahan.
  • Akses jalan tertutup material tanah dan bebatuan besar setinggi sekitar 20 meter.
  • Penanganan lambat karena medan curam dan kondisi tanah labil.

 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Enam desa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), sudah dua pekan lebih dilaporkan terisolir gegara material longsor menutup akses jalan utama.

Informasi tersebut diterima Tribun-Sulbar.com, Selasa (9/12/2025) pagi.

Akses jalan menuju enam desa ini tidak dapat dilalui kendaraan, longsor tutup bahu jalan.

Baca juga: Warga Gotong Royong Bersihkan Longsor yang Tutup Jalan di Kaleok Polman

Akibatnya warga setempat kesulitan beraktivitas, kini menuggu alat berat untuk pembersihan.

Tanah longsor itu terjadi di wilayah Desa Pariangan, Kecamatan Tabulahan pada Jumat (21/11/2025) lalu. 

Enam desa terdampak yaitu Periangan, Tabulahan, Saluleang, Peu, Gandang Dewata, dan Salubakka.

Foto beredar, akses jalan tertimbun material longsoran, bebatuan besar dan material tanah.

"Kondisi ini sudah berlangsung dua pekan, jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua," kata Kalaksa BPBD Mamasa Gusti Hermiawan kepada wartawan.

Dia menyebut aktivitas perekonomian masyarakat sangat terganggu di enam desa ini.

Enam desa terdampak sejak Jumat lalu masih terisolir, upaya pembukaan akses masih terus diupayakan.

Menurut Gusti, tanah longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah ini. 

Kondisi itu membuat tebing tinggi di sisi jalan menjadi labil hingga longsor membawa material tanah bercampur bebatuan besar.

Gusti menyampaikan lokasi longsor sulit dijangkau alat berat, karena medannya curam, juga masih labil.

"Alat berat telah dikerahkan, namun karena medan yang curam serta kondisi tanah yang labil membuat proses penanganan berlangsung lambat," ucapnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved