Hari Kebebasan Pers
Peringati Hari Kebebasan Pers 2026, AJI Mandar Soroti Ruang Ekspresi Makin Menyempit
Koordinator aksi, Harmegi Amin, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut. Ia menilai ruang ekspresi publik semakin terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Mimba-Bebas-AJI-Kota-Mandar-dalam-rangka-peringatan-hari-kebebasan-pers-sedunia.jpg)
Saat itu, kebebasan pers sangat terbatas.
Kegiatan mimbar bebas juga diisi pembacaan puisi dan pertunjukan seni.
Forum ini disebut menjadi ruang alternatif untuk menyuarakan aspirasi publik.
Sementara itu, Aco Nursyamsu dari Studi Advokasi dan Kedaulatan Agraria (SUAKA) Sulawesi Barat turut menyampaikan kritik.
Ia menyoroti ancaman lingkungan akibat ekspansi pertambangan.
Aco juga mengingatkan potensi munculnya kembali pola militerisme.
Ia menilai kondisi tersebut mirip dengan masa lalu.
“Kita pernah menumbangkan rezim militeristik Orde Baru. Namun hari ini, ada tanda-tanda menuju militerisme baru,” ujarnya.(*)