Waspada
Jangan Mudah Percaya! Ini 6 Alasan Review Bintang Lima Aplikasi dan Produk Bisa Menyesatkan
Seiring meningkatnya persaingan bisnis digital, banyak perusahaan semakin lihai memanipulasi sistem ulasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/review-bintang-lima.jpg)
Ringkasan Berita:
- Banyak ulasan dibuat secara palsu melalui review farms, ulasan berbayar, hingga bantuan kecerdasan buatan, sehingga rating tinggi bisa menyesatkan konsumen.
- Mulai dari pemberian insentif, pengalihan keluhan ke layanan pelanggan, penempatan bersponsor, hingga praktik review gating yang hanya menampilkan ulasan positif.
- Jangan hanya melihat jumlah bintang, tetapi baca isi ulasan, perhatikan pola komentar, dan bandingkan dengan sumber lain agar tidak salah memilih produk atau aplikasi.
TRIBUN-SULBAR.COM - Mereview aplikasi dan produk dengan memberikan bintang lima mungkin saja hal yang setiap saat kita lakukan.
Apalagi pengguna gatget atau smartphone.
Memberika bintang lima pada suatu aplikasi atau produk, mungkin saja dianggap sebagai hal biasa.
Baca juga: Lirik Lagu Daerah Oh Mamuju, Nostalgia dan Ungkap Cinta Terhadap Daerah
Namun, tahukah anda?
Memberikan riview bintang lima atau menilai aplikasi dan produk bisa berbahaya.
Seiring meningkatnya persaingan bisnis digital, banyak perusahaan semakin lihai memanipulasi sistem ulasan.
Akibatnya, review bintang lima tidak lagi bisa dipercaya sepenuhnya.
Media teknologi 9to5Mac mengungkap setidaknya ada enam alasan utama mengapa konsumen perlu lebih waspada terhadap rating tinggi.
1. Alasan pertama adalah keberadaan review farms
Dalam praktik ini, perusahaan tidak bertanggung jawab menggunakan server otomatis untuk mengunduh aplikasi atau membeli produk, lalu mengirim ulasan bintang lima palsu.
Review semacam ini sering kali terdengar sangat umum, seperti “produk bagus” atau “aplikasi terbaik”.
Namun kini, sebagian sudah ditulis lebih meyakinkan dengan bantuan kecerdasan buatan.
2. Ada praktik review berbayar
Beberapa perusahaan secara langsung membayar orang untuk memberikan ulasan positif.
Untuk produk fisik, konsumen bahkan diminta membeli lebih dulu, lalu dijanjikan pengembalian dana setelah menulis review bintang lima.
3. Insentif lain seperti langganan gratis atau diskon pembelian berikutnya juga kerap digunakan
Meski ditulis oleh pembeli asli, imbalan tersebut cenderung membuat ulasan menjadi lebih positif dan tidak sepenuhnya objektif.