Gen Z
70 Persen Gen Z Depresi Akibat Finansial
Penelitian menunjukkan 42 hingga 46 persen Gen Z didiagnosis dengan kondisi kesehatan mental, paling sering berupa kecemasan, depresi, atau ADHD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-Gen-Z-sedang-depresi-akibat-tekanan-finansial.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Pernyataan "70 persen Gen Z depresi akibat finansial" mencerminkan krisis kesehatan mental yang sedang melanda generasi muda, meskipun angka spesifik dan konteksnya perlu dipahami dengan lebih mendalam.
Berdasarkan riset terkini, tekanan finansial memang menjadi pemicu utama masalah kesehatan mental di kalangan Generasi Z, dengan dampak yang jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya.
Fakta dan Data Terkini
Survei Northwestern Mutual 2025 Planning & Progress Study menunjukkan bahwa hampir 70 persen orang Amerika (69 persen) melaporkan perasaan depresi dan cemas akibat ketidakpastian finansial, meningkat dari 61 persen pada 2023[1].
Generasi Z dan Milenial merasakan dampak paling berat: sekitar 39 persen Gen Z dan 38 persen Milenial mengalami depresi dan kecemasan terkait keuangan setidaknya setiap minggu, meningkat 8 dan 5 poin persentase dari tahun sebelumnya[1][2].
Studi Credit Karma tahun 2022 mengungkapkan bahwa 70 persen Gen Z menyatakan uang adalah sumber stres terbesar dalam hidup mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan generasi Baby Boomer (42 persen)[3].
Di Indonesia, survei serupa dari Credit Karma 2023 menunjukkan hampir 70 persen Gen Z Indonesia merasa khawatir dengan kondisi finansial mereka, dan 45 persen bahkan mengalami gejala fisik akibat stres keuangan seperti sulit tidur dan penurunan nafsu makan[4].
Lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 70 persen Gen Z Amerika dilaporkan mengalami gangguan tidur akibat stres finansial, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai hampir 50 persen[5][6].
Mereka menyebutkan kenaikan biaya kebutuhan pokok, biaya sewa, dan kekhawatiran kehilangan pekerjaan sebagai penyebab utama kecemasan[5][7].
Dampak pada Kesehatan Mental
Penelitian menunjukkan bahwa 42 persen hingga 46 persen Gen Z telah didiagnosis dengan kondisi kesehatan mental, paling sering berupa kecemasan, depresi, atau ADHD[8][9][10].
Hampir dua pertiga (65 persen) Gen Z melaporkan mengalami setidaknya satu masalah kesehatan mental dalam dua tahun terakhir, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan Milenial (51 persen), Gen X (29 persen), dan Baby Boomer (14 persen)[11].
Kecemasan finansial berdampak pada berbagai aspek kehidupan Gen Z
Gangguan Tidur: 63 persen orang Amerika, dengan 53 persen Gen Z dan 50 persen Milenial, mengalami gangguan tidur akibat kekhawatiran finansial setidaknya sebulan sekali
Hubungan Personal: 71 persen Gen Z dalam hubungan serius mengaku masalah finansial berdampak pada hubungan mereka
| 2 Warga Sulsel Ditawan Israel Dibebaskan? Menlu Sugiono Sebut Bukan Penculikan |
|
|---|
| SDK Sebut Eksploitasi LTJ di Mamuju Masih Lama Masih Riset 10 Hingga 20 Tahun |
|
|---|
| Pentingnya Nalar Kritis di Tengah Arus Teknologi |
|
|---|
| Rahim Minta Pemprov Sulbar Pertimbangkan Ulang Kebijakan WFH, Singgung Modus Pengurangan Pegawai |
|
|---|
| Gubernur Sulbar Dukung Penuh Atlet MF Taekwondo Berlaga di Patriot Indonesia Taekwondo Championship |
|
|---|