Gaya Hidup
Stop Beri Makan Anak Sambil Digendong, Ini Dampak Buruk yang Bisa Muncul
Mentari menegaskan bahwa kebiasaan memberi makan sambil digendong tidak efektif dan lama-kelamaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-ANAK-BAYI-LAKI-LAKI.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Banyak orang tua kerap memberi makan anak sambil digendong, terutama ketika menghadapi anak yang sulit duduk tenang.
Namun, kebiasaan yang terlihat praktis ini ternyata dapat berdampak negatif pada proses mengunyah dan membentuk pola makan yang tidak sehat di kemudian hari.
Terapis Okupasi Anak, Mentari Puspa Dewi, S.Tr.Kes.OT., yang juga Pendiri Occupational Child Development Center (OCDC), menjelaskan bahwa posisi makan anak sangat berpengaruh terhadap fokus dan kemampuan motorik mulut.
Baca juga: 5 Karyawan Perusahaan Tambang Asal Korsel di Pasangkayu Ngaku di PHK Sepihak,Perkara Tuntut Upah
Baca juga: Doa Mustajab Hari Jumat, Dijamin Dapat Rezeki Halal dan Pengampunan Dosa
Mentari menegaskan bahwa kebiasaan memberi makan sambil digendong tidak efektif dan lama-kelamaan akan membentuk pola makan yang buruk. Posisi tersebut membuat anak kesulitan mengontrol gerakan mulut dan rahang secara optimal.
“Sudah pasti enggak efektif, karena lama-lama nanti dia akan membentuk habit ya. Jadi, lama-lama anak itu kalau masih kecil, makannya udah digendong,” ujar Mentari, dalam acara Play-Doh Playdate di Tangerang Selatan, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, posisi makan sambil digendong menghambat proses mengunyah menjadi tidak maksimal dan mendorong anak untuk terbiasa makan sambil berjalan atau bermain.
“Nanti pasti akan berpengaruh pada proses dia mengunyah. Mengunyahnya jadinya nggak maksimal, udah pasti. Nanti makannya biasanya makannya sambil jalan-jalan,” jelasnya.
Selain masalah mengunyah, posisi makan ini juga meningkatkan distraksi pada anak. Saat digendong, anak cenderung tidak fokus pada makanannya, apalagi jika dibawa ke lingkungan yang ramai.
“Makanya anaknya kebiasaan jadinya ngemut makanannya. Karena dia juga pasti kalau dia digendong, dia akan banyak distraksi-nya ya. Jadi, dia akan lihat kemana, apalagi kalau ibu-ibu gendong, bawanya ke tetangga, mamanya ngobrol,” tutur Mentari.
Distraksi inilah yang sering membuat anak sulit menelan makanan dengan benar, mengakibatkan mereka menjadi terbiasa “ngemut” atau bahkan melepeh makanan yang ada di mulutnya.
Mentari menekankan bahwa proses makan di usia dini adalah fondasi penting bagi kebiasaan anak di masa depan. Jika habit makan buruk, ini bisa berdampak pada area perkembangan lain, seperti konsentrasi dan regulasi diri saat belajar.
Saran Ahli: Terapkan Posisi Makan yang Benar
Mentari menganjurkan agar orang tua membiasakan anak makan dengan posisi yang tepat, yaitu:
Duduk tegak di kursi makan.
Kaki disangga dengan baik.
Minim distraksi (jauh dari televisi, gadget, atau keramaian).
Cara ini membantu anak menikmati waktu makan dengan lebih nyaman, fokus, dan mandiri, sekaligus memastikan perkembangan mengunyah berjalan optimal.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul : Jangan biasakan anak makan sambil digendong ini dampak negatif yang bisa muncul
| Ini 5 Rahasia Menjaga Pasangan Anti Bosan, Dijamin Hubungan Awet Sampai Kakek Nenek |
|
|---|
| Psikolog Ungkap Dampak Negatif Absennya Sosok Ayah: Anak Cenderung Cari Figur Superior Lain |
|
|---|
| Hanya Perlu 5 Langkah Simpel Ini, Pikiran Langsung Fresh Total Saat Akhir Pekan |
|
|---|
| 40 Persen Anak Usia Dini di Indonesia Kecanduan Gadget, Animasi 'SANG' Jadi Solusi Tontonan Aman |
|
|---|
| 10 Bidang Pekerjaan Paling Berisiko Depresi dan Stres, Ada Pekerja Media & Layanan Kesehatan |
|
|---|