Senin, 1 Juni 2026

Kuliner

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Gorengan di Bulan Ramadan

Sejumlah lembaga kesehatan mengingatkan bahwa pola makan selama Ramadhan perlu diperhatikan dengan serius

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Gorengan di Bulan Ramadan
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Lapak gorengan Nurmadina di Jl. Agus Salim, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sabtu, (26/3/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM- Gorengan hampir selalu menjadi menu andalan saat berbuka puasa. Mulai dari bakwan, risoles, hingga tahu isi, makanan ini mudah ditemukan dan digemari banyak orang.

Namun, di balik rasanya yang gurih dan renyah, konsumsi gorengan secara berlebihan saat berbuka puasa berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

Sejumlah lembaga kesehatan mengingatkan bahwa pola makan selama Ramadhan perlu diperhatikan dengan serius agar tubuh tetap bugar sepanjang bulan puasa.

Baca juga: Uang Diduga Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Tommo 2 Mamuju, Gagal Terdeteksi Mesin Hitung

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 80 tentang Komunikasi Ujung Jari

Perusahaan Perawatan Kesehatan Primer (PHCC) menyatakan bahwa pola makan yang kurang tepat selama Ramadhan dapat memicu berbagai keluhan, seperti sakit perut, mulas, kembung, bersendawa, hingga mual.

Dalam pernyataan yang dikutip dari gulf-times.com, PHCC juga menyebut makan berlebihan saat berbuka dapat menyebabkan penurunan energi dan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Bahkan, konsumsi makanan dalam jumlah besar secara cepat bisa memicu rasa sesak napas.

PHCC secara khusus merekomendasikan agar masyarakat menghindari makanan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Kepala Layanan Dietetika PHCC, Moudi Hajri, menekankan bahwa bulan Ramadhan bukanlah momen untuk melampiaskan keinginan makan secara berlebihan.

Menurut dia, penting untuk menjaga pola makan sehat sebagai bagian dari ibadah. Makanan sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tetap memperhatikan nilai gizi.

Metabolisme Melambat Saat Puasa

Mengutip healthshots.com, selama berpuasa metabolisme tubuh cenderung melambat. Ketika makanan tinggi lemak dan kalori masuk secara tiba-tiba saat berbuka, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras.

Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa penuh, kembung, bahkan mual. Apalagi jika gorengan dikonsumsi bersamaan dengan makanan pedas yang berpotensi mengiritasi lambung.

Bagi individu yang memiliki riwayat gangguan asam lambung atau sindrom iritasi usus, konsumsi gorengan saat berbuka dapat memperburuk gejala.

Puasa dan Proses Detoksifikasi

Mengutip The Business Standard, puasa kerap disebut sebagai salah satu bentuk detoksifikasi alami tubuh. Setelah berjam-jam tidak menerima asupan, tubuh memerlukan makanan bergizi untuk memulihkan energi.

Makanan tinggi lemak seperti gorengan dinilai kurang ideal karena dapat membebani sistem pencernaan dan mengganggu proses pemulihan tubuh setelah berpuasa.

Sebagian besar makanan yang digoreng juga berpotensi memicu mulas serta ketidaknyamanan pada saluran cerna.

Jika Ingin Tetap Mengonsumsi Gorengan

Para ahli menyarankan, jika tetap ingin menikmati gorengan, konsumsilah dalam porsi kecil dan tidak dijadikan menu utama. Dahulukan makanan yang lebih ringan dan bergizi seperti kurma, buah, air putih, sayur, serta sumber protein.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved