Otomotif
Tekanan Ban Mobil Ternyata Berpengaruh ke BBM, Simak Cara Cek yang Benar
Tekanan ban yang tidak sesuai, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat memicu berbagai masalah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-bengkel-siaga-Polres-Mamuju-Ten.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tekanan angin ban mobil perlu dijaga karena berpengaruh terhadap keamanan, kenyamanan, dan konsumsi bahan bakar.
- Ban yang kurang angin berisiko merusak pelek dan membuat BBM lebih boros, sedangkan tekanan berlebih dapat menimbulkan getaran pada setir.
- Tekanan angin ban ideal dapat dilihat pada stiker rekomendasi pabrikan yang terpasang di bagian pilar pintu mobil.
TRIBUN-SULBAR.COM – Banyak pemilik mobil masih menganggap tekanan angin ban sebagai hal sepele. Padahal, kondisi ini berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, keamanan, hingga efisiensi bahan bakar saat berkendara.
Tekanan ban yang tidak sesuai, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat memicu berbagai masalah pada kendaraan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Besok, Mamuju hingga Pasangkayu Berpotensi Diguyur Hujan
Baca juga: Simak Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 dari Fase Grup hingga Final
Jika tekanan angin terlalu rendah, ban akan bekerja lebih berat saat menahan beban kendaraan. Dampaknya, laju mobil terasa kurang ringan dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih besar.
Tak hanya itu, risiko kerusakan pada pelek juga meningkat ketika mobil melintasi jalan yang berlubang atau permukaannya tidak rata.
Yusuf dari Otomax Car, Tangerang, menjelaskan tekanan ban yang kurang dapat menimbulkan kerusakan pada komponen roda.
“Kalau tekanan ban kurang lalu melewati jalan berlubang, pelek bisa rusak, peang, bahkan pecah. Selain itu mobil juga terasa berat dan penggunaan BBM jadi lebih boros,” ujarnya.
Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi juga bukan pilihan yang tepat.
Ban dengan tekanan berlebih membuat permukaan ban menjadi lebih keras sehingga kenyamanan berkendara berkurang.
Getaran pada setir juga lebih terasa dan bantingan kendaraan menjadi tidak optimal.
“Tekanan angin yang terlalu tinggi bisa membuat setir bergetar dan bantingan mobil terasa lebih keras,” katanya.
Lalu bagaimana mengetahui tekanan ban yang ideal?
Setiap mobil memiliki standar tekanan angin yang berbeda sesuai jenis kendaraan dan ukuran ban yang digunakan.
Informasi tersebut umumnya sudah disediakan oleh pabrikan melalui stiker petunjuk yang ditempel di bodi kendaraan.
Pemilik mobil cukup membuka pintu depan sisi pengemudi, lalu melihat bagian pilar B atau area bingkai pintu.
Di lokasi tersebut biasanya tercantum rekomendasi tekanan angin untuk ban depan dan belakang.
Mengikuti standar tekanan ban dari pabrikan dapat membantu menjaga kenyamanan berkendara, memperpanjang usia ban, serta membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.(*)
Artikel Tayang di GridOto.com
| Ini Asal Usul Kata Busi, Kopling, dan Velg yang Sering Dipakai di Dunia Bengkel |
|
|---|
| Sering Bikin Bingung, Ini Alasan SIM Disebut Surat dan KK Disebut Kartu |
|
|---|
| Kampas Kopling Aus Bikin Mobil Boros BBM, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Oli Mesin Menghitam, Normal atau Berbahaya? Ini Faktanya |
|
|---|
| Bahaya Rem Blong pada Motor Matik, Ini Tips Aman Berkendara |
|
|---|