Minggu, 19 April 2026

Otomotif

Bahaya Rem Blong pada Motor Matik, Ini Tips Aman Berkendara

Berbeda dengan motor manual, pengendara motor matik tidak bisa mengandalkan engine brake secara maksimal.

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Bahaya Rem Blong pada Motor Matik, Ini Tips Aman Berkendara
Tribun-Sulbar/Habluddin
Motor korban kecelakaan meluncur dari Jalan Anjoro Pitu akibat rem blong, Rabu (21/6/2023) kejadian di Lingkungan Padang Baka, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar. 
Ringkasan Berita:
  • Rem blong pada motor matik sering terjadi di jalan menurun akibat suhu rem yang terlalu panas hingga menimbulkan gelembung udara di minyak rem.
  • Gejala awalnya, rem yang awalnya pakem menjadi harus ditekan lebih dalam, menandakan kinerja pengereman mulai menurun.
  • Untuk mencegahnya, gunakan rem depan dan belakang secara bergantian serta berhenti sejenak agar suhu rem kembali normal.

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Rem blong pada motor matik menjadi salah satu risiko yang kerap terjadi, terutama saat melintasi jalan menurun. Kondisi ini berbahaya karena bisa berujung kecelakaan hingga korban jiwa.

Berbeda dengan motor manual, pengendara motor matik tidak bisa mengandalkan engine brake secara maksimal. Karena itu, pemahaman teknik pengereman sangat penting.

Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta, Muhammad Ali Iqbal, mengatakan rem blong umumnya terjadi akibat suhu rem yang terlalu panas.

Baca juga: SPPG Mamuju Tengah Belum Dapat Kabar Dapat Motor MBG atau Tidak

Baca juga: Kampas Rem Cakram Jelek Bisa Renggut Nyawa, Begini Cara Deteksinya Agar Aman di Jalan

“Rem motor matik blong karena suhu rem terlalu panas, sehingga minyak rem menimbulkan gelembung udara dan menyebabkan rem tidak berfungsi optimal,” ujarnya, dikutip dari GridOto, Sabtu (18/4/2026)

Ia menjelaskan, salah satu tanda awal rem mulai bermasalah adalah perubahan respons saat ditekan.

“Kalau di awal tekan sedikit sudah pakem, tapi lama-lama harus ditekan lebih dalam, itu tandanya suhu rem mulai panas dan berpotensi blong,” jelasnya.

Untuk mencegah hal tersebut, pengendara disarankan tidak menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan terus-menerus.

“Gunakan rem secara bergantian agar suhu tetap terjaga dan kinerja pengereman tetap optimal,” tambahnya.

Secara teknis, panas berlebih dapat memicu munculnya gelembung udara di dalam minyak rem. Padahal, minyak rem berfungsi mendorong piston dan kampas rem agar menjepit cakram.

Jika terdapat udara, tekanan dari tuas rem tidak tersalurkan dengan baik sehingga pengereman menjadi tidak efektif.

Akibatnya, meski tuas rem ditekan, motor tidak bisa berhenti dengan maksimal atau bahkan mengalami rem blong.

Pengendara juga disarankan untuk beristirahat sejenak di tempat aman setelah melewati turunan panjang. Hal ini bertujuan agar suhu sistem pengereman kembali normal dan tetap aman digunakan.(*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved