Otomotif
Ini Asal Usul Kata Busi, Kopling, dan Velg yang Sering Dipakai di Dunia Bengkel
merupakan serapan dari bahasa Belanda yang telah disesuaikan dengan pelafalan masyarakat Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/suku-cadang.jpg)
Ringkasan Berita:
- Istilah otomotif seperti busi, kopling, ban, hingga velg ternyata banyak berasal dari bahasa Belanda yang diserap dan disesuaikan pelafalannya di Indonesia.
- Menurut sumber, kata seperti kopling (koppeling), busi (bougie), dan sekring (zekering) menunjukkan kuatnya pengaruh bahasa Belanda dalam dunia otomotif Indonesia.
- Banyak istilah bengkel yang terdengar lokal ternyata merupakan adaptasi dari bahasa Belanda yang sudah digunakan sejak masa kolonial.
TRIBUN-SULBAR.COM – Selama ini banyak istilah otomotif yang sering digunakan di Indonesia ternyata bukan berasal dari bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia asli, melainkan merupakan serapan dari bahasa Belanda.
Hal ini kerap membuat sebagian orang bertanya-tanya, terutama saat membandingkan istilah teknis dalam bahasa Inggris dengan istilah yang digunakan di bengkel atau dunia otomotif Indonesia.
Baca juga: Harga Oli Motor Matik di Mamuju Naik Hingga Rp13 Ribu Kini Tembus Rp63 Ribu Efek Rupiah Melemah
Baca juga: Samsul Dukung Kroasia di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya Bikin Geleng Kepala
Misalnya saja kata ban yang dalam bahasa Inggris disebut tire, atau kopling yang dikenal sebagai clutch.
Ternyata, istilah yang digunakan di Indonesia memiliki akar sejarah dari bahasa Belanda.
Menurut Sriyono dari Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), banyak istilah otomotif di Indonesia merupakan adaptasi dari bahasa Belanda yang kemudian mengalami penyesuaian pelafalan.
“Coba cek saja pakai Google Translate,” ujar Sriyono melansir gridoto.com, Selasa (9/6/2026).
Salah satu contohnya adalah kopling yang berasal dari kata Belanda koppeling. Sementara itu, busi berasal dari kata bougie yang berarti spark plug dalam bahasa Inggris.
Istilah lain seperti noken as berasal dari nokkenas, seher dari zuiger (piston), hingga persneling dari versnelling juga memiliki akar yang sama.
Tak hanya itu, istilah teknis lain seperti sekring (zekering), oli (olie), rem, hingga velg (velgen) juga merupakan serapan dari bahasa Belanda yang telah disesuaikan dengan pelafalan masyarakat Indonesia.
Berikut beberapa istilah otomotif yang berasal dari bahasa Belanda:
- Clutch = koppeling → kopling
- Spark plug = bougie → busi
- Camshaft = nokkenas → noken as
- Crankshaft = krukas → kruk as
- Transmission = transmissie → transmisi
- Valve = klep → klep
- Oil = olie → oli
- Tire = band → ban
- Brake = rem → rem
- Fuse = zekering → sekring
- Rims = velgen → velg
- Mechanic = monteur → montir
Fenomena ini menunjukkan kuatnya pengaruh bahasa Belanda dalam dunia otomotif Indonesia sejak masa kolonial hingga kini.
Jadi, tak heran jika banyak istilah bengkel yang terdengar “lokal”, ternyata punya akar bahasa asing yang sudah lama melekat dalam keseharian.(*)
Sumber : gridoto.com
| Sering Bikin Bingung, Ini Alasan SIM Disebut Surat dan KK Disebut Kartu |
|
|---|
| Kampas Kopling Aus Bikin Mobil Boros BBM, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Oli Mesin Menghitam, Normal atau Berbahaya? Ini Faktanya |
|
|---|
| Bahaya Rem Blong pada Motor Matik, Ini Tips Aman Berkendara |
|
|---|
| Motor Tiba-tiba Mogok? Cek 3 Unsur Utama Ini Agar Mesin Kembali Normal |
|
|---|