Opini
Keteladanan Gus Dur: Ulama Multidimensi, dari Pesantren hingga Peradaban Dunia
Semangat dalam pencarian ilmu, para ulama itulah yang menjadikan peradaban Islam masa lalu sangat maju
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilham-Sopu-salah-satu-cendikiawan-Muslim-asal-Kabupaten-Polman.jpg)
Warisan keilmuan yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu itu telah diteladankan kepada generasi kita pada hari ini, kontinuitas keilmuan dari generasi ke generasi terus bersambung tanpa terputus sampai hari ini, semangat tetap dipertahankan dalam proses pencarian ilmu, namun ada perbedaan-perbedaan cara atau metode yang ditempuh oleh pencari ilmu atau proses intelektual dalam menempuh pencarian ilmu. Suatu ironi bilamana ulama-ulama atau cendekiawan-cendekiawan hari ini mengalami stagnan dalam proses melahirkan karya-karya keilmuan.
Fasilitas-fasilitas dalam menciptakan karya tulis pada masa lalu itu sangat terbatas, namun dalam realitas, mereka tidak terkendala dengan fasilitas yang minim, justru mereka dapat berkarya dengan fasilitas yang sangat terbatas, dibandingkan dengan hari ini, kita dimanjakan oleh banyak fasilitas untuk dapat menghasilkan karya yang lebih produktif, namun itu kita tidak dimanfaatkan peluang yang begitu terbuka bagi kita.
Gus Dur bukan hanya mahir dalam menghasilkan karya tulis, semasa pulang dari timur tengah, Gus Dur banyak melakukan aktivitas dalam dunia tulis menulis, disamping juga sangat piawai dalam memberikan fasilitas kemanusiaan terhadap berbagai kelompok yang butuh terhadap pendampingan kemanusiaan.
Dalam pergaulan sosial kemanusiaan, Gus dur sangat aktif dalam memberikan bantuan pendampingan terhadap kelompok-kelompok pinggiran yang mengalami rasa ketidakadilan di tengah-tengah komunitas kebangsaan.
Itulah Gus Dur, suatu model atau prototipe yang multi dimensi, manusia langka yang dibutuhkan kiprahnya dalam memberikan bantuan yang solutif terhadap negara atau bangsa yang majemuk ini. Gus dur telah meneladankan kepada kita semua, saatnya kita melanjutkan.(*)
| Imam Lapeo : Cinta, Teladan dan Inspirator |
|
|---|
| Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI |
|
|---|
| Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power |
|
|---|
| Keberpihakan terhadap Ekologi Perspektif Sustainable Ethics dan Ekoteologi Kontekstual di Mamasa |
|
|---|
| Manipulasi Narasi Digital & Profesionalisme Penegakan Hukum: Melawan Arus Trial by Social Media |
|
|---|