Selasa, 21 April 2026

Jembatan Amblas

Kades Polewali Minta Perbaikan Jembatan Kayumaloa, Warga Khawatir Akses Terputus

Menurut Mujaiz, kerusakan pada lantai jembatan sudah sangat parah dan masuk kategori darurat.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Kades Polewali Minta Perbaikan Jembatan Kayumaloa, Warga Khawatir Akses Terputus
Taufan/Tribun-Sulbar.com
JEMBATAN RUSAK - Kepala Desa Polewali, Mujaiz, bersama warga menimbun lubang di lantai jembatan menuju Dusun Kayumaloa, Senin (11/8/2025), sebagai langkah darurat agar kendaraan tetap bisa melintas. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Kepala Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Mujaiz, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Jembatan Kayumaloa kian rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama menghubungkan Desa Polewali ke Dusun Kayumaloa dan Desa Pangiang, serta jalur menuju destinasi wisata Pantai Koa-koa.

Menurut Mujaiz, kerusakan pada lantai jembatan sudah sangat parah dan masuk kategori darurat.

Baca juga: Jembatan di Dusun Kayumaloa Pasangkayu Kian Memprihatinkan, Warga Pasang Tanda Bahaya

Ia menegaskan perbaikan tak bisa lagi ditunda karena risiko kecelakaan semakin besar.

"Kerusakan sudah membahayakan. Ini darurat. Kami hanya bisa melakukan perbaikan sementara dengan menimbun lubang menggunakan pasir agar kendaraan masih bisa lewat," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (11/8/2025).

Mujaiz mengungkapkan, pihak desa telah melaporkan kondisi ini ke Dinas PUPR Kabupaten Pasangkayu untuk diteruskan ke Balai Provinsi.

Beberapa bulan lalu, tim dari pemerintah provinsi sempat melakukan pengukuran di lokasi, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

Ia menegaskan, anggaran desa tidak mencukupi untuk perbaikan total jembatan yang membutuhkan biaya besar.

Untuk itu, ia mendesak pemerintah provinsi segera turun tangan.

"Kalau jembatan ini ambruk, dampaknya besar sekali. Warga akan kehilangan akses, dan ekonomi bisa lumpuh," tegasnya.

Sementara ini, perbaikan dilakukan secara swadaya. 
Mujaiz bersama warga menimbun lubang di lantai jembatan menggunakan material seadanya.

Namun ia mengingatkan, langkah ini hanya solusi sementara yang tidak menjamin keselamatan.

Ia juga mengimbau pengendara, khususnya kendaraan bermuatan berat, untuk menghindari melintasi jembatan karena dapat memperparah kerusakan.

Kondisi jembatan memaksa sebagian warga, terutama pengguna mobil, memilih memutar jauh demi menghindari risiko.

Kekhawatiran akan keselamatan menjadi alasan utama mereka mencari jalur alternatif.

Mujaiz berharap, perbaikan permanen segera dilakukan agar akses masyarakat kembali aman dan lancar.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved