Jumat, 24 April 2026

Penemuan Mortir

Penemuan 2 Mortir di Malunda Majene, Warga Menduga Peninggalan Tentara Belanda

Setelah dievakuasi oleh polisi, muncul berbagai dugaan dari warga terkait asal-usul mortir tersebut

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Penemuan 2 Mortir di Malunda Majene, Warga  Menduga Peninggalan Tentara Belanda
ist
Penemuan mortir - dua benda yang diduga mortir ditemukan warga di Dusun Kolehalang, Desa Pangalo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Minggu (3/8/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAJENE- Warga Dusun Kolehalang, Desa Pangalo menduga lokasi penemuam dua mortir tersebut merupakan sisa-sisa pertempuran atau jalur lintasan tentara asing pada masa penjajahan Perang Dunia II atau Agresi Militer Belanda.

Dua mortir itu ditemukan oleh petani bernama Sudirman menggali tanah untuk menanam nilam Dusun Kolehalang, Desa Pangalo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Minggu (3/8/2025).

‎Warga meyakini sebagai salah satu bekas lokasi pertempuran pada masa penjajahan.

Baca juga: Oknum Polisi Lecehkan Kurir di Mateng, Kapolres AKBP Hengky : Kami Proses Tanpa Pilih Kasih

Baca juga: TRAGIS! Tak Pulang Usai Latihan Paskibraka, Diva Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit, Badan Terkubur

‎Awalnya Sudirman mengira hanya besi tua biasa, namun setelah diperiksa lebih dekat, ternyata bentuknya menyerupai mortir terkubur di dalam tanah.

‎Setelah dievakuasi oleh polisi, muncul berbagai dugaan dari warga terkait asal-usul mortir tersebut.

‎Seorang warga Iwan menyebut, berdasarkan cerita orang tua dulu, wilayah itu pernah menjadi jalur lalu-lalang tentara Belanda dan Jepang pada masa penjajahan sekitar tahun 1940-an.

‎“Orang tua saya sering cerita, di daerah ini dulu tentara Belanda sering lewat,” kata Iwan kepada wartawan Senin (4/8/2025).

‎Sebagian warga meyakini mortir  ditemukan itu kemungkinan merupakan sisa-sisa senjata yang digunakan pada masa Perang Dunia II atau Agresi Militer Belanda.

‎Ada juga  menyebut benda tersebut sebagai “batu senjata” peninggalan tahun 1945.

‎Penemuan mortir ini membuka kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah kelam masa penjajahan di daerah pegunungan Ulumanda.

‎Diketahui saat itu masih terisolasi namun menjadi titik strategis penghubung antar daerah.

‎Kini, meskipun kedua mortir telah diamankan oleh aparat.

‎Warga meminta agar wilayah tersebut piperiksa lebih lanjut untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya sisa-sisa bahan peledak lainnya.

‎“Kami khawatir kalau masih ada yang tertanam. Ini kan daerah kebun, warga sering kerja di sini,” tutupnya. (*)

‎Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved