Selasa, 7 April 2026

Berita Mamuju

Mereka Memilih Bertahan: Pasar Lama Bukan Sekedar Tempat Mencari Uang

Halijah sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari berdagang pakaian di pasar ini. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Mereka Memilih Bertahan: Pasar Lama Bukan Sekedar Tempat Mencari Uang
Andika Firdaus/Tribun-Sulbar.com
TOKO BAJU - Halijah menunggu pembeli datang ke Lapaknya di Pasar Lama Mamuju Jl Sintra Llamas, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (19/7/2025). Beberapa pedagang terlihat hanya duduk dan sesekali merapikan dagangan mereka. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Di sudut Komplek Pasar Lama Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Halijah masih setia menjaga lapaknya.

Deretan baju kaos, celana, gamis, dan kemeja tertata rapi di gantungan toko kecilnya. 

Namun, mata Halijah tak secerah dulu.

“Sekarang, bisa laku satu atau dua potong baju saja sudah bersyukur,” tutur perempuan paruh baya itu, Sabtu (19/7/2025).

Halijah sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari berdagang pakaian di pasar ini. 

Baca juga: Terjepit Online, Curhat Pedagang Baju di Pasar Lama Mamuju yang Sepi Pembeli

Ia menyaksikan bagaimana pasar yang dulu penuh sesak oleh pembeli, perlahan-lahan berubah menjadi tempat yang sepi pengunjung.

Hari ini, ia lebih sering merapikan baju daripada melayani pembeli.

“Dulu, kalau akhir pekan begini, kami bisa ramai. Kadang baju sampai habis. Sekarang, orang lebih banyak pilih belanja online. Duduk di rumah, tinggal klik, barang langsung datang,” ujarnya lirih, sesekali menoleh ke arah pintu toko, berharap ada yang datang.

Di tengah maraknya toko online dan e-commerce, banyak pedagang tradisional seperti Halijah merasa tersisih.

Ia bahkan sempat mencoba berjualan daring, berharap bisa mengikuti arus perubahan.

Tapi kenyataan tak semudah bayangan.

“Saya pernah coba jualan online. Tapi malah pusing. Banyak yang pesan, tapi tidak ada yang datang ambil. Kita sudah bungkus rapi, nunggu sampai sore, tapi kosong,” keluh ibu empat anak itu.

Kini, Halijah memilih bertahan di lapaknya.

Ia tahu, perkembangan zaman tidak bisa dibendung.

Tapi ia juga percaya, pembeli yang datang langsung masih ada, meski jumlahnya tak lagi seperti dulu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved