Jumat, 8 Mei 2026

Berita Polisi

Catatan Aktivis Sulbar untuk Polda Sulbar di Momen HUT Bhayangkara ke 79 Tahun

Aktivis Sulbar,Ismuliadi, menilai Polda Sulbar dan seluruh jajaran Polres telah gagal menegakkan hukum sebagaimana mestinya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Catatan Aktivis Sulbar untuk Polda Sulbar di Momen HUT Bhayangkara ke 79 Tahun
Andika Firfdaus
HUT BHAYANGKARA - Aktivis Sulbar Ismuliadi saat melakukan aksi demontrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polda Sulawesi Barat (Sulbar) didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh jajarannya. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polda Sulawesi Barat (Sulbar) didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh jajarannya.

Sebagai institusi penegak hukum, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta memberikan pelayanan yang adil dan profesional. 

Namun,di Sulbar kinerja Polda dan seluruh jajaran Polres dinilai belum maksimal dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

Aktivis Sulbar,Ismuliadi, menilai Polda Sulbar dan seluruh jajaran Polres telah gagal menegakkan hukum sebagaimana mestinya. 

Baca juga: Sekda Majene Ardiansyah Terdaftar Ikut Seleksi Sekprov Sulbar, Total 7 ASN Bersaing Jadi Sekprov

Baca juga: Prof Zudan Ungkap Alasan BKN Tak Terbitkan Pertek Usulan Pelantikan JPT Eselon II Pemprov Sulbar

Ia menyoroti sejumlah kasus yang melibatkan oknum anggota polisi yang belum ditangani secara serius.

"Saya menganggap bahwa Polda Sulawesi Barat dan seluruh jajaran Polres telah gagal dalam menegakkan hukum sebagaimana mestinya," ujar Ismuliadi kepada wartawan Tribun-Sulbar.com, Selasa (1/7/2025).

Ia menyebutkan sejumlah kasus yang mencoreng institusi kepolisian, seperti tindakan pemukulan dan pengeroyokan oleh puluhan oknum anggota polisi, kekerasan saat pengawalan demonstrasi, hingga pemukulan terhadap warga sipil di Kecamatan Tapalang.

Selain itu, dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kasus narkoba, pungutan liar dalam pengurusan SIM, serta penindakan pelanggaran lalu lintas yang tidak konsisten, turut menjadi sorotan tajam.

"Beberapa laporan masyarakat juga tak kunjung mendapat penyelesaian yang jelas, seperti kasus oli palsu, peredaran narkoba dalam lapas, hingga kasus rokok ilegal yang belum ditangani secara maksimal,"tambahnya.

Menurutnya, momentum peringatan HUT Bhayangkara ini seharusnya menjadi titik balik bagi Polda Sulbar untuk melakukan introspeksi dan pembenahan besar-besaran.

"Kami berharap Polda Sulawesi Barat dan seluruh jajaran Polres melakukan evaluasi menyeluruh. Polri harus benar-benar menjadi institusi yang mengayomi dan melindungi masyarakat. Kami, para aktivis di Sulbar akan terus mengawal dan menyuarakan berbagai persoalan hukum, baik di tingkat Polda maupun Polres,"tutupnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved