Masjid Raya Suada Mamuju
Berapa Honor 7 "Bocah Pengedar Celengan Jumat" Masjid Raya Suada Mamuju?
Usai diedarkan, para bocah mengumpul kantung belanjaan berwarna di depan takmir, samping mimbar khatib.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-jelang-Salat-Jumat-di-Masjid-Raya-Suada-Mamuju-Sulawesi-Barat.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Mau tahu berapa honor bocah pengedar kantong celengan Jumat di Masjid Raya Suada Mamuju, Sulawesi Barat?
Di momen 1 Muharram 1447 Hijriyah, atau Jumat (27/6/2025), Tribun-Sulbar.com, merekam aktivitas 7 bocah celengan di masjid terbesar di ibukota provinsi Sulawesi Barat ini.
"Lima belas ribu Om, tiap Jumat," kata Ahlan, murid kelas 5 SDN 2 Mamuju, Jl Abdul Wahab Azazi, Kecamatan Mamunyu, Mamuju, Sulbar.
Baca juga: Masjid Raya Suada Mamuju Akhirnya Kembali Difungsikan Pasca Rekonstruksi, SDK Akan Bangun Pagar
Honor itu, diberikan takmir masjid.
Momennya, sebelum penghitungan rekap nominal celengan masjid.
Bersama 6 rekannya, saban Jumat, Ahlan mengendarkan kantong celengan ke jamaah.
Tiap bocah dijatah satu lajur shaf.
Jika ada shaft atau barisan lebih, putaran celengan kembali ke bocah shaft pertama.
Ahlan menyebut, aktivitas ini sudah mereka lakoni sejak bulan Ramadhan 1446 Hijriyah lalu.
"Dua bulan mi. Semoga, lanjut terus Om," ujar Ahlan, usai menerima berkat Jumat.
Usai bagi sedakah ke tujuh bocah celengan, tiga takmir menghitung total jumlah infak dari jamaah Jumat.
Ini kegiatan rutin saban Jumat.
Bukan boks, tujuh bocah itu mengedarkan celengan dari kain kantung berwarna.
Ada tujuh kantung belanjaan recyle; merah, kuning, hijau muda, hijau tua, biru, dan ungu.
Mereka edarkan celengan saat khatib naik ke mimbar.