Masjid Raya Suada Mamuju
Berapa Honor 7 "Bocah Pengedar Celengan Jumat" Masjid Raya Suada Mamuju?
Usai diedarkan, para bocah mengumpul kantung belanjaan berwarna di depan takmir, samping mimbar khatib.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-jelang-Salat-Jumat-di-Masjid-Raya-Suada-Mamuju-Sulawesi-Barat.jpg)
Usai diedarkan, para bocah mengumpul kantung belanjaan berwarna di depan takmir, samping mimbar khatib.
Sebelum acara Jumatan, Panitia takmir melaporkan kas keuangan masjid.
"Pemasukan pekan lalu, Rp 2 juta sembilan ratus, pengeluaran rutin 1 juta lima ratus, jadi total saldo 13 juta 800 rupiah," ujar takmir sebelum khatib naik ke mimbar.
Sejarah Masjid
Masjid Suada didirikan di periode pertama Suardi Duka menjabat bupati Mamuju (2006).
Suardi asalah bupati kedua Mamuju.
Dua periode dia menjabat (2005-2015) bupati.
Dia menggantikan AlMalik Pababari (1999-2004).
Sejak Februari 2025, Suardi menjabat gubernur Sulbar.
Sementara putri sulungnya, Hajjah Sutinah Suardi melanjutkan periode kedua kepemimpinannya, sejak 2021-2025 hingga 2030 mendatang.
Di awal masa kepemimpinan Sutinah, Masjid Suada rusak parah pascahantaman gempa 5,8 Magnitudo di Mamuju, pada 14 dan 15 Februari 2021 lalu.
Setelah melalui tahap renovasi dan rekonstruksi sekitar 1 Tahun 4 Bulan, 5 Oktober 2023, masjid ini difungsikan kembali 7 Maret 2025, atau bersamaan tarwih 7 Ramadhan 1446 Hijriyah.
Biaya renovasi dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulbar ini ditaksir sekitar Rp 82 Miliar, dan bertambah dengan renovasi minor untuk interior menjadi sekitar Rp 100 miliar.
Masjid Raya Suada Mamuju memiliki luas lahan 10.525 m⊃2; dengan luas bangunan 4.901 m⊃2;.
Masjid ini mampu menampung hingga 2.500 jamaah.
Selain itu, terdapat juga gedung serbaguna seluas 1.440 m⊃2; yang bisa menampung hingga 1.000 orang. (*)