Sengketa Tanah
2 Rumah Warga Passairang Polman Dipasangi Garis Polisi Usai Dirusak, Perkara Sengketa
Pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki kasus pengrusakan tersebut. Pemilik rumah juga telah dievakuasi untuk sementara waktu.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dua-rumah-di-Dusun-Passairang-Desa-Parappe-Campalagian-Polman-dipasangi-garis-polisi.jpg)
Dari hasil pengecekan di lokasi, diketahui dua rumah warga menjadi sasaran pengrusakan.
Anjar menyatakan bahwa proses hukum akan dilanjutkan apabila korban resmi melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.
“Kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak korban terkait kemungkinan laporan kerugian,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk tidak bertindak anarkis, karena dapat memunculkan tindak pidana baru.
Jika ada ketidakpuasan terhadap putusan pengadilan, masyarakat diminta untuk menempuh jalur hukum yang tersedia.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
| Sengketa Batas Lahan Warga di Pasangkayu Berakhir Damai Usai Dimediasi Polisi |
|
|---|
| 2 Warga di Pasangkayu Rebutan Tanah Tapi Tak Punya Sertifikat Berujung Diwakafkan untuk Aset Desa |
|
|---|
| Massa Rusak Rumah Warga Parappe Polman Saksi Sengketa Tanah, Polisi Sigap Evakuasi ke Polsek |
|
|---|
| 2 Warga di Desa Tasokko Mateng Berselisih Soal Batas Tanah Dimediasi di Kantor Desa |
|
|---|
| 2 Warga Tobadak Mamuju Tengah Berselisih Soal Tanah Berdamai di Kantor Desa |
|
|---|