Opini
Merusak Alam dan Mengancam Kesehatan: Peringatan Serius Penambangan di Raja Ampat
Banyak publik yang menganggap bahwa foto tersebut editan. Ternyata setelah ditelusuri, foto tersebut benar adanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Prima-Trisna-Aji-Dosen-prodi-Spesialis-Medikal-Bedah-Universitas-Muhammadiyah-Semarang.jpg)
Penulis: Prima Trisna Aji
(Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang)
PUBLIK akhir-akhir ini dihebohkan dengan foto wisata Raja Ampat yang viral karena menunjukkan pemandangan di mana tempat wisata tersebut terlihat telah dikeruk oleh alat eskavator sehingga tampak bukit yang setengahnya terbelah rata dengan tanah.
Banyak publik yang menganggap bahwa foto tersebut editan. Ternyata setelah ditelusuri, foto tersebut benar adanya.
Kasus ini tentunya menimbulkan keprihatinan yang sangat luar biasa bagi alam negeri Indonesia, yang selama ini dikenal kaya akan ekosistem laut dan biodiversitas hayati serta hewan di dalamnya. Kini, kawasan itu harus menjadi sasaran eksploitasi pengusaha tambang yang tidak bertanggung jawab.
Foto yang viral menunjukkan aksi penambangan yang mengeruk bukit serta merusak cakrawala bentang alam, memunculkan kemarahan publik: sampai kapan hal ini akan dibiarkan hanya demi mengejar keuntungan jangka pendek?
Kasus ini bukan hanya akan merusak ekosistem alam, tetapi juga berpotensi merusak tatanan Raja Ampat secara komprehensif. Salah satunya dari segi kesehatan akibat pembalakan dan penambangan ilegal tersebut.
Apabila alam rusak, maka akan berdampak pada kesehatan manusia di sekitarnya. Lingkungan yang tercemar akibat penambangan ilegal akan merusak bumi dan mengancam kehidupan orang-orang di sekitar Raja Ampat yang menggantungkan hidup pada sektor wisata daerah tersebut.
Air Tercemar, Penyakit Mengintai
Kita ketahui bahwa dampak bahaya penambangan ilegal yang tidak dikelola dengan baik, terutama terkait sanitasi lingkungan, sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar. Aktivitas penambangan liar menyebabkan pencemaran air, lumpur, serta logam berat yang mengandung zat kimia dan masuk ke perairan sungai dan laut. Hal ini tentu mencemari sumber air bersih bagi penduduk sekitarnya.
Jika pencemaran ini terus dibiarkan, akan terjadi peningkatan wabah penyakit di kawasan wisata Raja Ampat.
Masalah kesehatan akan terus meningkat drastis di area penambangan ilegal Raja Ampat apabila terus dibiarkan, seperti penyakit kulit akibat paparan logam berat merkuri yang membahayakan dalam jangka panjang, serta kasus diare dan infeksi kulit.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya mengenai dampak kesehatan di lokasi penambangan liar. Salah satunya adalah penelitian di Kalimantan Barat pada tahun 2021 berjudul "The Impact of Illegal Gold Mining on Human Health and the Environment in Mandor, West Kalimantan" oleh Agustina E. dkk yang telah dipublikasikan dalam Journal of Environmental and Public Health (2021). Penelitian ini menunjukkan kadar merkuri dalam air dan sedimen sungai jauh melebihi ambang batas WHO, serta terjadinya kerusakan sistem saraf dan gangguan ginjal akibat paparan merkuri jangka panjang. Warga di sekitar lokasi penambangan emas ilegal mengalami keluhan seperti gangguan kulit (dermatitis), iritasi mata, dan pusing.
Penelitian kedua dilakukan di tambang timah Bangka Belitung, Indonesia, pada tahun 2023 oleh Safitri, D. et al., yang telah dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2023). Penelitian ini menunjukkan peningkatan risiko penyakit dermatitis kontak, batuk kronis, dan nyeri kepala pada penambang timah ilegal serta keluarganya. Paparan terhadap timbal (Pb) dan arsenik (As) ditemukan dalam darah dan urin penambang serta anggota keluarganya. Juga ditemukan penurunan fungsi kognitif pada anak-anak di sekitar area tambang.
Kedua penelitian tersebut menunjukkan hasil yang sama: bahwa aktivitas penambangan ilegal berdampak buruk pada kesehatan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Hasil ini harus segera ditindaklanjuti secara serius agar tidak muncul korban-korban baru di wilayah lain yang dijadikan lokasi tambang liar.
Ketahanan Pangan Laut Terancam
| Kado Ulang Tahun Duta Sheila On 7: Single Baru atau Keteladanan yang Tak Pernah Usang? |
|
|---|
| Mamasa: Karnaval di Atas Tangisan Epilepsi |
|
|---|
| Menimbang Energi Nuklir: Perspektif Hukum Tata Negara dalam Penguatan Kebijakan Energi Nasional |
|
|---|
| Man Behind the Gun Trump: The Domino Effect Reaching Indonesia |
|
|---|
| Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Saat Konflik Timur Tengah Bank Indonesia Sedang Jaga Stabilitas |
|
|---|