Kesehatan
Tips Sehat Kunsumsi Daging Tanpa Kolestrol di Hari Raya Idul Adha
Menurut Kemenkes RI kandungan protein dalam daging tersebut memiliki banyak fungsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Daging-sapi-yang-dijual-di-Pasar-Baru-Mamuju-Jl.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM- Hari Idul Adha selalu menjadi momentum bagi umat Islam, untuk berkurban.
Kebanyakan sapi dan kambing yang dikurban saat hari raya kurban.
Sehingga olahan daging menjadi makanan lezat di hara raya ini.
Dilansir dari .ldii.or.id, kandungan gizi aging kambing dan sapi (per 100 gram) mengandung lemak sebanyak 18,0 gram, protein 24,9 gram, dan 268,9 kalori.
Baca juga: Punya Daging Sapi Kurban ? Ini Resep Olahan Dijamin Empuk dan Anti Bau Prengus
Baca juga: Rahasia Sate Kambing Idul Adha: Ini 5 Resep Bumbu Marinasi dan Olesan Terbaik
Data tersebut diperoleh dari Subdit Pengelolaan Konsumsi Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI.
Menurut Kemenkes RI kandungan protein dalam daging tersebut memiliki banyak fungsi.
Fungsi pertama, membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, fungsi kedua, memproduksi hormon, enzim, dan zat kimia lain dalam tubuh, membentuk otot, tulang, kulit, dan darah, serta sumber tenaga.
Setiap satu gram lemak dapat menghasilkan empat kalori.
Lemak yang bergantung pada daging juga memiliki fungsi yang baik, yaitu pertama, membantu penyerapan vitamin yang larut lemak (A, D, E, dan K) dan mineral.
Fungsi kedua, sebagai sumber energi karena setiap satu gram lemak dapat menghasilkan sembilan kalori. Fungsi ketiga yaitu menunjang fungsi kerja otak.
Ada beberapa tips penting yang bisa Anda terapkan:
1. Batasi Porsi Konsumsi
Porsi Moderat:
Kunci utama adalah tidak berlebihan. Para ahli kesehatan menyarankan konsumsi daging merah sekitar 100-150 gram per sajian, atau setara dengan ukuran telapak tangan Anda.
Batasi konsumsi daging merah maksimal 3 porsi per minggu (sekitar 350-500 gram).
Berikan Jeda:
Jika Anda ingin menikmati berbagai olahan daging, berikan jeda waktu antar sajian.
Jangan mengonsumsi terlalu banyak dalam satu waktu.
2. Pilih Bagian Daging yang Lebih Rendah Lemak
Daging Sapi:
Pilih bagian seperti has dalam (tenderloin), has luar (sirloin), atau daging paha.
Bagian-bagian ini cenderung memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan iga atau jeroan.
Daging Kambing:
Pilih bagian punggung, paha, atau rump (area pinggul) yang relatif lebih sedikit lemaknya.
Buang Lemak yang Terlihat:
Sebelum dimasak, selalu sisihkan atau buang lemak putih yang menempel pada daging.
Ini adalah sumber utama kolesterol dan lemak jenuh.
3. Olah dengan Cara yang Sehat
Hindari Menggoreng dan Menggunakan Santan Berlebih:
Metode memasak seperti menggoreng atau menumis dengan banyak minyak,serta penggunaan santan kental,dapat menambah kadar lemak jenuh dan kolesterol pada hidangan.
Pilih Metode Sehat:
Panggang/Bakar:
Memanggang atau membakar (dengan memastikan tidak ada bagian yang gosong) adalah pilihan yang baik.
Potong daging lebih kecil agar cepat matang pada suhu tidak terlalu tinggi.
Rebus/Kukus:
Metode merebus atau mengukus membantu mempertahankan nutrisi dan mengurangi penggunaan minyak.
Anda bisa merebus daging dua kali:
rebus pertama untuk membuang kotoran dan buih, lalu buang airnya dan rebus kembali dengan air bersih serta rempah.
Tumis Ringan:
Jika ingin menumis, gunakan sedikit minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola.
Kurangi Santan:
Jika resep Anda menggunakan santan, pertimbangkan untuk mengganti santan kental dengan santan encer, santan segar buatan sendiri, atau bahkan susu rendah lemak sebagai alternatif.
4. Imbangi dengan Konsumsi Sayur dan Buah Berserat Tinggi
Serat Penangkal Kolesterol:
Serat yang terkandung dalam sayur dan buah sangat efektif membantu mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh melalui saluran pencernaan.
Sayuran:
Padukan daging dengan sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kangkung, buncis, wortel, atau kubis Brussel. Lalapan segar juga sangat dianjurkan.
Buah-buahan:
Konsumsi buah-buahan penurun kolesterol seperti apel (dengan kulitnya), pir, pisang, jeruk, stroberi, atau alpukat setelah makan daging.
Alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kolesterol.
Kacang-kacangan:
Kacang polong, almond, atau kedelai juga kaya serat larut yang membantu menurunkan kolesterol. Pilih kacang panggang atau mentah.
5. Perbanyak Minum Air Putih
Hidrasi Optimal:
Air putih penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan membantu proses metabolisme.
Lancar Pencernaan:
Dengan mengonsumsi air putih yang cukup, proses pencernaan akan lebih lancar, dan tubuh dapat bekerja lebih optimal dalam mengelola asupan makanan, termasuk daging.
Hindari minuman manis atau bersoda.
6. Jangan Lupa Aktivitas Fisik
Bergerak Aktif:
Setelah menikmati hidangan lezat, usahakan untuk tetap aktif bergerak.
Jalan kaki santai, bersepeda, atau melakukan aktivitas fisik ringan selama minimal 30 menit setiap hari dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal.
7. Perhatikan Konsumsi Jeroan
Batasi Jeroan:
Jeroan (hati, paru, usus, otak) mengandung kolesterol sangat tinggi.
Sebaiknya hindari atau batasi konsumsinya secara drastis, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda bisa tetap menikmati kebersamaan dan hidangan lezat di Hari Raya Idul Adha tanpa perlu terlalu khawatir tentang kadar kolesterol. (*)
| Merasa Lemas Meski Sudah Hidup Sehat? Ini Kesalahan Nutrisi Sering Dialami Perempuan |
|
|---|
| Solusi Kurang Serat, Inilah Manfaat Rutin Konsumsi Jus Buah dan Sayur di Tengah Kesibukan |
|
|---|
| Jangan Sepelekan Nyeri di Kaki, Kenali Gejala Saraf Neuropati Perifer Sejak Dini |
|
|---|
| KOHATI Apresiasi Pemda Mateng Aktifkan Kembali BPJS PBI Warga Usai Verifikasi Ulang |
|
|---|
| Puskesmas Pekkabata Polman Tetap Buka Poli Umum di Masa WFA, Puluhan Warga Antre Berobat |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.