Sabtu, 9 Mei 2026

Aksi Solidaritas

PPPK Unsulbar Aksi Solidaritas, Tuntut Akses Kenaikan Pangkat dan PengangkatanJadi PNS

Aksi ini merupakan bagian dari Orasi Perjuangan PPPK BAST 35 PTN Baru se-Indonesia dengan mengusung tema tegas: “PNS Harga Mati.”

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto PPPK Unsulbar Aksi Solidaritas, Tuntut Akses Kenaikan Pangkat dan PengangkatanJadi PNS
Anwar Wahab/Tribun-Sulbar.com
AKSI SOLIDARITAS - Ikatan Lintas Pegawai Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar aksi solidaritas di halaman Gedung Perpustakaan Unsulbar, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (15/5/2025). Mereka menuntut pengangkatan jadi PNS hingga akses karir. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Ikatan Lintas Pegawai Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) aksi solidaritas di halaman Gedung Perpustakaan Unsulbar, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (15/5/2025).

Aksi ini merupakan bagian dari Orasi Perjuangan PPPK BAST 35 PTN Baru se-Indonesia dengan mengusung tema tegas: “PNS Harga Mati.”

Aksi ini diikuti puluhan pegawai tergabung dalam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) BAST dari berbagai perguruan tinggi negeri baru (PTNB) di seluruh Indonesia.

Baca juga: Mendiktisaintek Minta Jalan ke Kampus Unsulbar Majene Segera Diperbaiki

Ketua Ikatan Lintas Pegawai Unsulbar, Umar, yang juga Sekjen Ikatan Lintas Pegawai PTNB se-Indonesia, menyatakan para PPPK telah lama berjuang membangun kampus dari awal hingga meraih status sebagai PTN.

“Hari ini kami berdiri bukan untuk mencari keistimewaan, tetapi untuk menolak terus-menerus diabaikan dan dizalimi. Kami bukan pendatang, bukan budak. Kami adalah bagian dari rumah ini sejak kampus masih berstatus PTS,” tegas Umar dalam orasinya di halaman perpustakaan, Kamis (15/5/2025).

Ia juga menambahkan, setelah diangkat sebagai PPPK, para pegawai justru mengalami ketidakadilan sistematis, mulai dari keterbatasan akses karier hingga diskriminasi dalam pengakuan studi lanjut.

Dalam aksi solidaritas tersebut para pegawai menyampaikan tiga tuntutan utama:

1. Kenaikan status PPPK menjadi PNS secara penuh.

2. Akses adil untuk kenaikan pangkat, jabatan fungsional, dan pengembangan karier.

3. Pengakuan resmi terhadap studi lanjut yang telah ditempuh.

Selain itu, aksi ini juga ditujukan kepada sejumlah pihak yang dianggap memiliki peran dalam perubahan kebijakan.

Adapun beberapa permintaannya yaitu: dukung PPPK agar statusnya diubah menjadi PNS, buka jalur pengangkatan PPPK BAST menjadi PNS, perjuangkan nasib dosen dan tenaga kependidikan PPPK, serta kawal aspirasi kami hingga menjadi kebijakan nasional.

Peserta aksi menegaskan, perjuangan ini akan terus berlangsung hingga status mereka diakui sepenuhnya.

“Kami akan terus bersuara. Kami tidak ingin menjadi ASN setengah hati. Kami akan berdiri sampai status kami menjadi PNS, karena itu adalah hak kami,” lanjutnya.

Mereka juga menyoroti ketimpangan yang terjadi, di mana aset kampus seperti tanah, gedung, dan fasilitas telah dinegerikan, namun sumber daya manusianya masih berstatus kontrak.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Anwar Wahab

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved