BPJS Kesehatan
Dinas Kesehatan: Warga Pasangkayu Banyak Duit Pakai Duit Pribadi Berobat Bukan Pakai JKN
Sebanyak 224.653 peserta BPJS Kesehatan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tercatat tidak aktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pemprov-Sulbar-bersama-BPJS-Kesehatan-menggelar-rapat-forum-kemitraan.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kabupaten Pasangkayu menjadi kabupaten dengan presentase terendah lkepesertaan BPJS nya Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, 1.258.368 jiwa tercatat aktif sebagai pengguna BPJS.
Jumlah ini sama dengan 98 persen dari total penduduk di Sulbar.
Baca juga: 2 Pelajar Mamasa Sadap WhatsApp Kerabat dan Jadikan Alat Memeras, Ancam Korban Sebar Foto Syur
Baca juga: Terima Ancaman Pembunuhan di Medsos, Korlap Aksi Tolak Tambang Pasir Lapor ke Polda Sulbar
Sebanyak 224.653 peserta BPJS Kesehatan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tercatat tidak aktif.
Data ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, drg Asran Masdy, usai mengikuti rapat strategi pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di kantor gubernur Sulbar, Rabu (7/6/2025).
Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta adalah upaya untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang adil, komprehensif, dan berkualitas tanpa hambatan finansial.
Asran menyampaikan saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan aktif di Sulbar mencapai 1.258.368 jiwa, atau sekitar 98 persen dari total penduduk.
Majene menjadi kabupaten dengan persentase tertinggi, yaitu 92,40 persen.
Dari total peserta, 174.426 orang aktif dan 18.426 tidak aktif.
Mamuju memiliki 258.646 peserta aktif dan 36.715 tidak aktif (90,22 persen).
Polewali Mandar (Polman) mencapai 86,68 persen dengan 424.764 peserta aktif dan 82.809 tidak aktif.
Mamuju Tengah berada di angka 85,56 persen, dengan 122.589 peserta aktif dan 19.430 tidak aktif.
Mamasa tercatat sebesar 85,37 persen dengan 142.630 peserta aktif dan 28.372 tidak aktif.
"Pasangkayu menjadi kabupaten dengan persentase terendah, yaitu 73,18 persen. Dari 135.313 peserta, hanya 96.412 yang aktif dan 38.901 tidak aktif," ujarnya.
Asran menyoroti rendahnya partisipasi di Pasangkayu dan menyebut pihaknya telah melakukan advokasi bersama BPJS Kesehatan kepada Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.
“Pasangkayu itu kecenderungannya, masyarakat di sana punya banyak duit. Mereka lebih memilih berobat sendiri menggunakan dana pribadi dibanding memanfaatkan fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan tingkat keaktifan peserta BPJS di Pasangkayu bisa meningkat menjadi 80 persen pada akhir Mei 2025.(*)
Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi
| KOHATI Apresiasi Pemda Mateng Aktifkan Kembali BPJS PBI Warga Usai Verifikasi Ulang |
|
|---|
| 224 Ribu Peserta BPJS di Sulbar Nonaktif, Alasan Pasangkayu Enggan Pakai JKN |
|
|---|
| Tenang! Peserta BPJS di Polman Tetap Dilayani Saat Libur Lebaran 2025, Kesehatan hingga Administrasi |
|
|---|
| Satu Dekade JKN, BPJS Kesehatan Ciptakan Ekosistem Kuat Universal Health Coverage Penduduk Indonesia |
|
|---|